Hindari Pemotor, Truk Gandeng Hampir Nyemplung Sungai Brantas

Avatar of Andy Yuwono
Kondisi truk Gandeng usai menghindari pemotor sehingga hampir nyemplung Sungai Brantas di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/9/2024) siang sekitar pukul 11.30 WIB (Andy / Kabarterdepan.com)
Kondisi truk Gandeng usai menghindari pemotor sehingga hampir nyemplung Sungai Brantas di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/9/2024) siang sekitar pukul 11.30 WIB (Andy / Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Diduga menghindari pengendara sepeda motor, sebuah truk gandeng nyaris terjebur ke Sungai Brantas di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/9/2024) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Insiden kecelakaan laka tunggal itu melibatkan truk gandeng nopol L 9690 UM yang dikendarai oleh Wartono (56) asal Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.

Sopir truk itu saat dikonfirmasi usai kejadian mengatakan, saat itu dirinya perjalanan pulang menuju Surabaya setelah bongkar muat jagung di kawasan Ngoro menghindari kendaraan roda dua yang terjatuh diatas jembatan.

“Pemotor bonceng 3 yang ngantuk sampai jatuh. Jadi saya banting setir ke kanan daripada mereka ketabrak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, truk yang dikemudikan itu akhirnya membanting ke arah kanan hingga gandengan dibelakangnya menabrak pembatas jembatan.

“Gandengan nyantol itu kan, daripada melintang semua maka gandengannya saya lepas,” terangnya.

Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas penghubung Mojosari-Krian itu sempat tertutup hingga membuat kemacetan yang cukup panjang dan dilakukan buka tutup jalur dari kedua arah.

Sementara itu, Kapolsek Pungging Iptu Selimat menjelaskan, untuk menghindari kemacetan dari arah Mojosari menuju ke Krian, pihaknya melakukan kontra flow.

“Arus lalu lintas dilakukan kontra flow di sisi jembatan bagian timur kendaraan jalan yang dari utara dan selatan untuk menghindari kemacetan yang terjadi di lokasi kejadian,” terangnya.

Menurut Selimat, evakuasi ekor gandengan memakan waktu 1 jam 30 menit dengan mendatangkan alat berat forklift. Beruntung dalam kejadian ini tak sampai menimbulkan korban jiwa.

“Kerusakan hanya di besi pembatas jembatan dan ujung dari kendaraan gandengan saja untuk korban nihil,” pungkas Kapolsek.

Responsive Images

You cannot copy content of this page