Heboh, Lansia di Mojokerto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Jasad lansia
Proses evakuasi jasad lansia dari dalam sumur (erik/KabarTerdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Warga Dusun Ngarjo, Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto pada Selasa (8/8/2023) sekitar pukul 12.00 WIB dihebohkan dengan temuan mayat dalam sumur. Mayat tersebut berjenis kelamin perempuan.

Identitas mayat itu adalah Tiniati (67), warga setempat yang sejak pagi hari tidak diketahui keberadaannya. Jasad lansia itu kemudian ditemukan berada di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter oleh warga yang hendak memperbaiki pompa air sumur.

Lansia tersebut sebelumnya dikabarkan menghilang sejak pagi hari pukul 06.00 WIB. Keluarga sudah mencari keberadaan korban namun tidak ditemukan hingga mkorban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam sumur.

Kapolsek Jatirejo, AKP Sulianto mengatakan, saudara korban sudah mencari keberadaan korban sejak pukul 06.00 WIB pagi. Akan tetapi keluarga belum menemukan Tiniati. Namun kemudian ada seorang warga yang hendak memperbaiki pompa air sumur dan terkejut ketika melihat ada mayat di dalam sumur.

“Ketika saudaranya mencari mulai jam enam pagi tidak ditemukan, mencari kemana-mana, sehingga ada warga yang ingin memperbaiki Sanyo (pompa air) di sumur di dekat mushola dan ditemukan korban di dalam sumur,” ujarnya kepada awak media, Selasa (8/8/2023).

Ditambahkan Kapolsek, korban termasuk lanjut usia (lansia) berusia 67 tahun, dan sudah sering hilang ingatan atau pikun. Sebelumnya korban juga pernah terjatuh ke dalam sumur, namun saat itu diketahui warga sehingga masih bisa diselamatkan.

“Korban dulu sudah pernah terjatuh di dalam sumur dua kali, sumur yang pertama lokasinya di rumah putranya dan ketahuan sehingga bisa diselamatkan,” ujarnya.

“Yang kedua ini, mulai dari pagi tidak ditemukan dan tadi siang jam 12.00 WIB baru ditemukan oleh warga di dalam sumur. Korban meninggal dunia di dalam sumur dengan kedalaman 15 meter,” imbuh Kapolsek Jatirejo.

Jasad korban dievakuasi dari dalam sumur oleh petugas kepolisian yang dibantu relawan dengan menggunakan tali tambang. Proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama karena posisi kedalaman sumur mencapai 15 meter. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. (erik)

Responsive Images

You cannot copy content of this page