Bupati Mojokerto, dr Ikfina Fahmawati MSi, ikut memungut sampah di Sungai Gangsir di Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong. (Achmad/KabarTerdepan.com))
Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Bupati Mojokerto, dr Ikfina Fahmawati MSi, ikut pungut sampah di Sungai Gangsir di Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong.
Hal itu terjadi saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5/6) pagi di desa tersebut.
Ikfina yang memang dikenal peduli lingkungan itu tanpa canggung langsung ikut turun memunguti sampah yang berserakan di di bibir dan di aliran Sungai Gangsir. Dia terlihat menuruni tangga bambu di bibir sungai dan memunguti sampah di aliran sungai itu.
Di Kabupaten Mojokerto, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia memang dilakukan di Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong. Selain membersihkan sampah di sungai, juga dilakukan penanaman 600 pohon secara simbolis di kawasan Waduk Windu di desa tersebut.
Dalam acara bersih-bersih sampah di sungai, Ikfina langsung berbaur bersama sekitar 200 peserta yang terdiri dari perangkat desa, kepala OPD, Camat, masyarakat Desa Cinandang, forkopimca Dawarblandong, pegiat lingkungan, dan relawan. Bupati perempuan pertama di Mojokerto itu memunguti sampah di aliran sungai bersama Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Drs Zaqqi Asy’ari.
Bupati Mojokerto Ikfina menerima bibit tanaman untuk menghijaukan di kawasan Waduk Windu. (Achmad/KabarTerdepan.com)
Sampah yang dipungut dari sungai itu kemudian diangkat ke tangkis dan diangkut truk yang sudah disiapkan. Dari kegiatan itu setidaknya terkumpul sampah sebanyak satu truk penuh.
Dalam sambutannya, bupati menyampaikan keprihatinannya pada perilaku masyarakat yang masih membuang sampah di sungai.
‘’Sungai Gangsir yang berada di bawah jembatan di jalan itu merupakan salah satu reprentasi sungai-sungai yang jadi sasaran pembuangan sampah. Bisa jadi yang membuang sampah juga bukan warga daerah sini,’’ katanya.
Dan dalam kegiatan itu, yang paling banyak didapat adalah sampah plastik, termasuk popok sintetis untuk bayi. ‘’Popok bayi ini, juga sampah plastik, merupakan sampah yang sulit diurai,’’ sahutnya.
Bupati Mojokerto dr Ikfina juga menyinggung bahaya pembuangan popok bayi dan pembalut wanita. Hal itu karena pembalut wanita bisa menjadi sumber penyebaran penyakit.
Karena itu, pada kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan pentingnya penertiban dengan penerapan sanksi.
‘’Sehingga masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai,’’ tuturnya.
Penertiban bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi yang saat ini sudah canggih. Sehingga bisa diketahui dan diidentifikasi nanti siapa saja yang membuang sampah di sungai. (*)