
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperluas layanan transportasi massal melalui peresmian Bus Trans Jatim Koridor VI yang menghubungkan Mojokerto dan Sidoarjo.
Koridor terbaru ini diresmikan langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forkopimda Kabupaten/Kota Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo di Terminal Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Senin (26/5/2025) siang.
Dalam prosesi peluncuran yang ditandai dengan pemecahan kendi, Gubernur Khofifah hadir didampingi sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, serta Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidarta Arisandi.
Gubernur Khofifah berharap kehadiran koridor ini dapat memberikan kontribusi dalam mengurangi kemacetan serta angka kecelakaan di sepanjang jalur yang dilalui bus. Ia juga menegaskan bahwa layanan ini merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan pekerja di kawasan industri Ngoro.
“Ini menjawab harapan buruh di Kawasan Ngoro Industri. Mereka beberapa kali menyampaikan harapannya bahwa Trans Jatim bisa melayani area industri Ngoro,” ungkapnya.
Untuk tarif, Khofifah menyampaikan bahwa biaya perjalanan ditetapkan sama dengan koridor lainnya, yaitu Rp 5.000 untuk masyarakat umum dan Rp 2.500 untuk pelajar. Namun, khusus pada minggu pertama operasional, masyarakat dapat menikmati layanan secara gratis.
“Seminggu pertama ini promo gratis. Tapi saya minta tanggal 29 (Mei) besok waktu Hari Lansia gratis untuk para lansia,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, menjelaskan bahwa pengoperasian Koridor VI bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan efisiensi mobilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Sidoarjo dan Mojokerto.
Armada yang digunakan sebanyak 14 unit bus medium high deck yang dianggap tidak menambah kemacetan. Rute yang dilalui dimulai dari Terminal Porong di Sidoarjo hingga Terminal Kertajaya di Mojokerto. Layanan ini tersedia setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.
Perjalanan dari Porong ke Mojokerto menempuh jarak sekitar 35 kilometer, sementara rute sebaliknya mencapai 45 kilometer. Selama perjalanan pulang-pergi, bus akan berhenti di 55 titik halte yang telah disiapkan.
“Jarak tempuh perjalanan Porong-Mojokerto 45 menit,” jelasnya.
Fasilitas pada setiap armada juga menjadi sorotan. Trans Jatim Koridor VI dilengkapi dengan sistem keamanan dan teknologi mutakhir, seperti sistem pemadam kebakaran otomatis, kamera pengawas (CCTV), serta kamera berbasis kecerdasan buatan. Selain itu, seluruh armada terkoneksi langsung dengan Jatim Transport Command Center (JTCC).
Dalam hal pembayaran, Nyono menyebutkan bahwa penumpang dapat memilih berbagai metode, mulai dari transaksi non-tunai menggunakan e-money dan QRIS, pemesanan melalui aplikasi Android, hingga pembayaran secara langsung di tempat.
“Kami juga menyediakan pembayaran tunai atau cash,” pungkasnya.
