Ganjar-Kaesang Saling Tuding Soal Politisi Bingung

Avatar of Jurnalis: Muzakki
Ganjar Pranowo vs Kaesang Pangarep. (Kolase kabarterdepan.com)
Ganjar Pranowo vs Kaesang Pangarep. (Kolase kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo terlibat saling tuding dengan Ketum PSI Kaesang Pangarep. Keduanya saling melempar tudingan sebagai politisi yang kebingungan.

Hal ini bermula saat Kaesang Pangarep mengomentari penampilan tiga capres, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo dalam debat perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku bingung dengan posisi Ganjar.

“Saya kira Pak Anies kemarin apa-apa setiap perkataan beliau ada yang kurang, nanti akan diubah, apa-apa akan diubah, dan kalau Pak Prabowo sudah jelas akan melanjutkan. Memang kalau untuk Pak Ganjar, saya masih bingung dari positioning-nya seperti apa,” kata Kaesang di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2023).

Merespon ucapa Kaesang, Ganjar Pranowo menuding Kaesang tidak perlu bingung. Sebab sebagai politisi seharus memang tidak boleh bingungan.

“Politisi tidak boleh bingungan, karena politisi harus bisa merespons dengan baik,” kata Ganjar di GOR Basket Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/12/2023).

Ganjar menambahkan, butuh waktu belajar yang cukup bagi seorang politisi untuk melihat persoalan secara cerdas.

“Memang kalau untuk memahami ini butuh belajar dan perlu waktu, sehingga bisa cerdas melihat persoalan dan tidak bingung,” tuturnya.

Respon Ganjar tersebut kemudian dikomentari oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI, Raja Juli Antoni. Menurutnya yang sebenarnya yang bingung adalah posisi capres nomor urut 03 beserta partai pengusungnya, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.

“Mas kaesang itu bukan bingungan. Justru dia (Kaesang) menyampaikan kebingungan posisi Pak Ganjar. Dia (Kaesang) mengamati Pak Anies bagus menata kata-kata debat kemarin, meskipun kita ragu bisa menata kota, dan Pak Anies ambil perubahan. Pak Prabowo sumber keberlanjutan, siapa suka program Pak Jokowi, puas dengan kinerjanya (Jokowi), bisa pilih Pak Prabowo,” tegas Antoni usai menghadiri Ngopi Santuy Bareng Milenial di Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (16/12/2023) malam.

“Pak Ganjar itu yang kelihatan bingung. Nyerang Pak Jokowi setengah hati, muji juga setengah hati. Dan kita lihat sekarang? Pak Hasto, tadinya nyerang Pak Jokowi, bilang pecundang, pengkhianat, segi hukum merah, sampai mengaitkan Bu Iriana. Tapi ketika survei (Ganjar) turun? Mulai muji-muji Pak Jokowi. Jadi maksud bingung bukan Kaesang. Tapi seluruh posisi Pak Ganjar dan PDIP kelihatan bingung,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page