Perkuat Ketahanan Informasi, Diskominfo Jatim Bersama Anggota DPRD Jatim Sumardi Bekali Warga Mojokerto Literasi Digital Aspiratif

Avatar of Redaksi
diskominfo jatim
Foto bersama. (Redaksi Kabar Terdepan)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Literasi Digital Aspiratif bertajuk ‘Dari Pengguna Biasa Menjadi Warga Digital yang Berdaya’ di Hotel Aston, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Minggu (16/11/2025) siang.

Program ini menjadi upaya nyata untuk mendorong masyarakat Mojokerto lebih siap menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan tersebut berfokus pada peningkatan kecakapan digital di tengah derasnya arus informasi. Berbagai pemateri dihadirkan untuk memberikan pemahaman mengenai peluang sekaligus risiko yang muncul dalam ruang digital.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Golkar, Sumardi, SH., M.H, menegaskan bahwa pemahaman digital bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar masyarakat modern. Ia mengingatkan bahwa masyarakat tanpa literasi yang memadai sangat mudah terjebak ancaman digital.

“Masyarakat mudah terpengaruh hoaks, penipuan online, serta penggunaan media sosial yang tidak produktif,” ujarnya.

Sumardi menambahkan bahwa peningkatan kecerdasan digital harus menjadi perhatian kolektif.

“Karena itu, peningkatan literasi digital adalah fondasi untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing,” tambahnya.

Diskominfo Jatim Soroti Kemudahan Akses Informasi

channels4 profile

Materi berikutnya disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Provinsi Jawa Timur, Putut Darmawan, S.E., M.M. Ia menyoroti betapa mudahnya masyarakat saat ini mengakses informasi.

“Teman-teman saya yakin jenengan tidak ada yang tidak ada yang punya handphone,” ujarnya yang langsung mengundang gelak tawa peserta.

Putut menjelaskan bahwa kemudahan akses tersebut membuat pola konsumsi informasi berubah drastis.

“Betapa mudahnya sekarang informasi itu bisa tersebar luas, kalau dulu membaca koran sekarang sudah tidak lagi,” katanya.

Dari sudut pandang daerah, narasumber Diskominfo Kabupaten Mojokerto, Diding Adi Parwoto, S.Kom, M.Eng, memaparkan bahwa ekosistem digital di Mojokerto berkembang pesat. Ia menyebut Mojokerto sebagai wilayah dengan penetrasi internet tertinggi di kawasan penyangga Surabaya Raya.

“Di tahun 2024–2025 terjadi lonjakan penggunaan mobile payment, e-commerce simpatis, dan konten kreator lokal,” ungkapnya.

Namun, perkembangan tersebut juga dibarengi dengan meningkatnya kerawanan digital. Diding menyoroti berbagai jenis kejahatan siber yang mulai merambah masyarakat lokal, mulai dari hoaks Pemilu, rekrutmen kerja palsu, hingga pinjaman online ilegal.

“Termasuk cyberbullying, infiltrasi situs judi online ke dalam situs pemerintahan dan serangan phising kepada UMKM desa,” paparnya.

Diding menutup pemaparannya dengan pesan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan digital sehari-hari.

“Hindari jebakan paylater, bedakan kebutuhan dengan keinginan, dan kelola jejak transaksi digital agar tidak bocor,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan warga Mojokerto semakin sigap menghadapi tantangan era digital sekaligus mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.

Responsive Images

You cannot copy content of this page