Detik-detik Pasutri Tewas Tersengat Listrik saat Terjang Banjir di Mojokerto

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Jenazah suami istri yang tewas kesetrum dievakuasi ke RSU dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. (Erix/kabarterdepan.com)
Jenazah suami istri yang tewas kesetrum dievakuasi ke RSU dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. (Erix/kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Hujan dan banjir genangan air yang terjadi di Lingkungan Mentikan Gang 1, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit kulon Kota Mojokerto, Jumat (22/12/2023) sekitar pukul 17.00 menjadi petaka bagi Ahmad Sahid (58) dan istrinya Suprapti (58).

Keduanya tewas tersengat listrik saat mencoba menerjang banjir di jalan gang tersebut menggunakan motor Yamaha Fino bernopol S 6531 SI berboncengan.

Detik-detik tewasnya pasangan suami istri (pasutri) tersebut diketahui Nabilah Hafidh ih Afif (21), warga setempat. Kepada Kabarterdepan.com, Nabilah bercerita, saat kejadian dirinya mendengar suara teriakan seorang perempuan minta tolong.

Nabilah melihat ada dua orang terjatuh dari motor matik warna merah. Kedua orang tersebut masih mengenakan jas hujan.

Nabilah mendekat dan berusaha menolong. Ia sempat menarik tangan korban yang perempuan namun saat itu dirinya merasakan sengatan listrik. Sontak ia melepaskan tangan si perempuan dan berlari menjauh.

“Saat saya keluar dari rumah terdengar minta tolong dari korban perempuan. Korban perempuan sempat menoleh ke belakang sebelum kepalanya tenggelam di air. Posisinya itu terjatuh di samping tiang listrik dan saat itu kondisinya banjir. Saya mencoba membantu menarik tangan korban perempuan, tapi saya terasa ada sengatan listrik, dan saya akhirnya menjauh,” ucap Nabila, Jumat (22/12/2023).

Nabila menambahkan, ia melihat untuk korban laki-laki sudah terlihat tertelungkup di genangan banjir. Dirinya tidak tahu pasti korban laki-laki sudah meninggal dunia atau tidak. Dirinya hanya mencoba membantu korban perempuan yang minta tolong.

“Waktu saya menolong korban perempuan, saya juga melihat korban laki-laki sudah tertelungkup di genangan banjir. Di dekat tiang listrik itu. Saya tidak tahu sudah meninggal atau tidak,” imbuhnya.

Di lokasi tewasnya pasutri itu memang terdapat tiang listrik yang diduga menjadi sumber arus listrik saat terjadi banjir. Diduga korban sempat berpegangan ke tiang listrik saat melawati jalan tersebut sehingga kesetrum.

Sementara itu menurut Rio Setiawan, keponakan korban, korban laki-laki Bernama Ahmad Sahid yang hendka pulang setelah menjemput istrinya. Istri Ahmad kesehariannya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di jalan Jawa Kota Mojokerto. setibanya di TKP, korban tersengat listrik.

“Paman saya menyemput tante saya yang bekerja menjadi ART di salah satu rumah di Jalan Jawa Kota Mojokerto, kemudian mungkin tidak tahu ada arus listrik di genangan banjir. Kemungkinan tersengat tiang listrik dan jatuh kemudian meninggal dunia,” ucap Rio.

Usai dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan identifikasi jenazah oleh kepolisian, kedua korban dievakuasi ke kamar jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page