Cuaca Ekstrem, Begini Cara Aman Atur Suhu Kandang Ayam ala Peternak Broiler di Jombang

Avatar of Redaksi
cuaca ekstrem
Samsul Ma’arif, peternak ayam broiler di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. (Karimatul Maslahah/Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Cuaca ekstrem yang berubah cepat antara panas terik dan hujan deras menjadi ancaman serius bagi peternak ayam broiler. Kondisi ini memicu stres pada ternak, menurunkan nafsu makan, menghambat pertumbuhan, dan bahkan berisiko menimbulkan kematian mendadak yang dapat berujung pada gagal panen.

Ayam broiler, terutama saat masih Day Old Chick (DOC) atau menjelang panen, sangat sensitif terhadap fluktuasi suhu. Tanpa manajemen kandang yang tepat, kerugian finansial bisa tak terhindarkan.

“Cuaca sekarang sulit ditebak. Pagi sampai siang panas seperti oven, sore tiba-tiba hujan lebat. Kalau kita lengah, ayam mudah stres dan nafsu makan turun. Yang paling ditakutkan ya kematian mendadak,” ujar Samsul Ma’arif, peternak ayam broiler di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (17/11/2025).

Samsul mengelola sekitar 4.400 ekor ayam berusia 18 hari dengan bobot rata-rata satu kilogram. Dalam kondisi normal, sekali panen ia mampu menghasilkan sekitar 10 ton ayam. Ia menyebut usahanya merupakan kemitraan dengan perusahaan pembibitan ayam broiler.

Menurutnya, cuaca panas ekstrem dapat menyebabkan heat stress, ditandai ayam terengah-engah, banyak minum, dan malas makan. Dampaknya, pertumbuhan terhambat, efisiensi pakan (FCR) menurun, dan bobot panen tak mencapai target.

Sebaliknya saat hujan, ayam justru mengeluarkan lebih banyak energi untuk menghangatkan tubuh karena suhu lingkungan turun.

“Energi yang seharusnya untuk tumbuh terpakai untuk melawan dingin. Itu membuat konsumsi pakan boros dan pertumbuhan tidak optimal,” jelasnya.

Strategi Peternak Hadapi Cuaca Ekstrem

WhatsApp Image 2025 11 17 at 7.31.46 AM

Para peternak di Mojowarno menerapkan sejumlah langkah untuk menjaga suhu dan kelembaban kandang tetap stabil. Salah satunya, optimalisasi ventilasi dan sirkulasi udara ventilasi menjadi kunci utama.

“Pada kandang tertutup, blower dan cooling pad dioperasikan optimal saat siang hari. Pada kandang terbuka, sisi samping dibuka lebar untuk melancarkan sirkulasi udara,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan tirai kandang secara dinamis. Tirai dinaikkan saat panas untuk mempercepat pertukaran udara.

“Kalau ada hujan diturunkan, malam hari dan angin kencang tirainya kita turunkan juga, untuk mencegah udara dingin masuk langsung,” kata dia.

Penyemprotan kabut ketika suhu sangat tinggi, selain itu, pengaturan kepadatan kandang yang sesuai umur ayam juga penting untuk mencegah peningkatan suhu mikro yang memicu stres panas. Serta, penyesuaian waktu pemberian pakan juga berpengaruh.

“Kami mengubah jadwal memberi pakan ke pagi buta dan sore hari ketika suhu lebih sejuk. Ini menjaga nafsu makan ayam tetap baik,” kata Samsul.

Selain itu, pemantauan suhu dengan termometer ditempatkan di beberapa titik kandang agar peternak bisa memantau suhu secara berkala dan melakukan tindakan cepat bila terjadi perubahan drastis.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moh Saleh, mengimbau peternak lebih waspada dan mencatat kondisi suhu serta perilaku ayam secara harian untuk meminimalkan risiko.

“Peternak, khususnya di sentra broiler, harus cerdas membaca cuaca. Investasi pada sistem ventilasi dan manajemen pemeliharaan yang teliti adalah harga mati untuk mencegah gagal panen di kondisi cuaca tidak menentu seperti sekarang,” tegasnya.

Dengan penerapan manajemen suhu kandang yang disiplin, para peternak ayam broiler di wilayah Jombang lainnya diharapkan mampu menjaga performa ternak.

“Supaya mencapai target panen, dan tetap bertahan di tengah tantangan cuaca ekstrem,” pungkasnya. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page