
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Rapat Pleno Diperluas DPD Partai Golkar Kota Mojokerto yang digelar pada Jumat, 17 Oktober 2025, menjadi momentum penting menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kota Mojokerto yang akan diselenggarakan pada 23 Oktober mendatang.
Bertempat di Gedung DPD Golkar Kota Mojokerto, Jalan Jawa No. 31, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan, kegiatan tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Golkar Kota Mojokerto, Julianto PH Simanjuntak.
Dalam suasana konsolidasi internal partai, Ketua AMPI Kota Mojokerto, Kurniawan Jatmika atau yang akrab disapa Cak Kur, memberikan keterangan kepada wartawan Kabar Terdepan mengenai pentingnya regenerasi dalam tubuh Golkar dan harapan terhadap arah kepemimpinan ke depan.
Seruan Regenerasi dan Kritik terhadap Pola Kepemimpinan
Cak Kur menegaskan bahwa regenerasi bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak agar Golkar tetap relevan di tengah perubahan sosial dan politik yang cepat. Ia menyampaikan kritik terhadap kecenderungan partai yang masih terlalu bergantung pada figur lama, tanpa memberi ruang cukup bagi kader muda untuk berkembang dan berkontribusi.
“Regenerasi bukan hanya soal usia, tapi soal keberanian memberi ruang bagi ide-ide baru. Musda ini harus menjadi titik balik untuk membuka pintu bagi generasi muda yang siap bekerja dan berpikir,” ujar Cak Kur.
Ia juga menekankan bahwa Musda bukan hanya ajang pemilihan ketua, tetapi harus menjadi forum pembaruan yang nyata, di mana gagasan segar dan semangat inklusif menjadi landasan utama.
Rekam Jejak Sosial dan Kepemudaan Cak Kur

Kurniawan Jatmika menjabat sebagai Ketua AMPI Kota Mojokerto sejak 2020. AMPI sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda (ormas kepemudaan) yang berafiliasi dengan Partai Golkar, bukan bagian dari struktur partai, berperan sebagai laboratorium kader muda yang aktif dalam kegiatan sosial dan advokasi kebijakan.
Selain itu, Cak Kur juga memimpin Gerakan Sosial Mojokerto (GSM) periode 2020–2023. GSM dikenal sebagai gerakan penggalangan dana mandiri untuk aksi kemanusiaan seperti bedah rumah lansia sebatang kara, santunan anak yatim dan dhuafa, serta bantuan pasien berat yang dirawat di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto hingga RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Program-program ini menyasar warga yang tidak terakomodasi oleh skema bantuan pemerintah karena kendala administratif seperti sertifikat tanah.
Antara tahun 2023 hingga 2024, Cak Kur dipercaya sebagai Tenaga Ahli Menteri Sosial bidang Software Engineer, mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini dalam program-program strategis seperti rehabilitasi sosial, digitalisasi bantuan, dan penguatan kelembagaan lokal. Dalam peran tersebut, ia turut menyusun kebijakan berbasis data dan mendampingi pelaksanaan program di berbagai daerah.
Sejak 2018, Cak Kur juga menjadi admin utama grup Facebook “Info Warga Mojokerto”, sebuah forum komunitas daring yang kini telah memiliki lebih dari 97 ribu anggota aktif. Grup ini menjadi salah satu sumber informasi warga paling dinamis di Mojokerto, memuat diskusi publik, laporan warga, hingga edukasi kebijakan lokal.
Sikap terhadap Sistem yang Abai pada Generasi Muda
Cak Kur dikenal sebagai pribadi yang konsisten menentang kemapanan yang abai terhadap generasi muda. Pengalamannya mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Informatika tahun 2004 di Pekanbaru menjadi salah satu cerminan sikap tersebut. Ia berangkat sebagai wakil dari SMAN 1 Puri Kabupaten Mojokerto hanya dengan dukungan sekolah, tanpa ada perhatian atau bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.
“Seharusnya mereka bangga kalau ada putra daerah Mojokerto yang bisa berkiprah di level nasional. Tapi nyatanya, saya berangkat sendiri. Tidak ada dukungan, tidak ada sambutan. Saya tetap berangkat karena saya tahu perjuangan tidak boleh menunggu sistem,” ujarnya.
Pernyataan Julianto PH Simanjuntak soal Inklusivitas dan Transparansi
Dalam forum yang sama, Plt Ketua DPD Golkar Kota Mojokerto, Julianto PH Simanjuntak, menyampaikan bahwa Golkar harus menjadi rumah besar yang inklusif dan mampu merangkul lebih banyak kader tanpa membeda-bedakan. Ia menekankan pentingnya mendengar masukan dari audiens, termasuk soal transparansi pengelolaan keuangan partai.
“Golkar Mojokerto harus terbuka, harus bisa menerima semua gagasan tanpa sekat. Kita tidak boleh membiarkan partai ini tertutup hanya untuk segelintir orang. Transparansi itu bukan tuntutan, tapi kewajiban,” tegas Julianto.
Harapan Menuju Musda DPD Golkar Kota Mojokerto 2025
Menjelang Musda yang akan digelar pada 23 Oktober 2025, Cak Kur menegaskan bahwa dirinya hadir bukan sebagai kontestan atau pemilik kepentingan pribadi, melainkan sebagai representasi dari AMPI Kota Mojokerto yang berperan sebagai organisasi kepemudaan berafiliasi dengan Partai Golkar.
Sebagai bagian dari hasta karya, AMPI tidak berada dalam struktur partai, namun memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal arah kebijakan dan memastikan keberpihakan terhadap generasi muda.
“Kami di AMPI tidak punya kepentingan politik praktis. Tugas kami adalah menjaga agar partai tetap peduli pada masa depan, terutama generasi muda yang selama ini sering terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan,” ujar Cak Kur.
Ia menekankan bahwa regenerasi bukan sekadar slogan, melainkan agenda kolektif yang harus dijalankan dengan keberanian dan konsistensi. AMPI, menurutnya, harus menjadi laboratorium kader yang aktif, kritis, dan solutif, bukan sekadar pelengkap dalam dinamika partai.
