Bupati Mojokerto Resmikan Toko Sembako Murah Sebagai Pengendalian Inflasi di Mojokerto

Avatar of Lintang
4D63F7F6 BAAB 4C65 B6C4 73BDCED5D1E4
Bupati Mojokerto secara simbolis membuka Wulandari. (Lintang/Kabarterdepan.com)

Caption :

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Wulandari (Warung Pengendalian Inflasi dan Penggunaan Produk Dalam Negeri) diresmikan secara langsung oleh Bupati Mojokerto di Pasar Raya, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (16/12/2023) pagi.

Program yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) digadang-gadang bertujuan sebagai pengendalian harga sembako yang ada di pasar raya tersebut.

Berikut ini beberapa komoditi yang dijual di Wulandari.

Beras Kita Premium dijual dengan harga Rp 68.000 per 5 kilogram, Beras SPHP Rp 54.500 per 5 kilogram, Minyak Goreng Sovia 17.000 per liter minyak goreng kita bantal 13.500 per liter minyak goreng Kita refill Rp14.000 per liter minyak goreng Kita botol 14.000 per liter dan gula manis kita Rp16.000 per kilo tepung terigu Mila rp10.500 per kilogram.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, pihaknya saat ini benar benar menjaga inflasi yang ada di pasar milik Pemerintah Daerah tersebut.

“Ini adalah titik dimana kita betul-betul langsung mengintervensi harga barang-barang yang ada di pasar,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, upaya Pemerintah saat ini memberikan pengawasan terkait harga kebutuhan pokok seperti Beras, Minyak, Lombok dan sayuran.

“Dengan kontrol dari kita, jadi ini kita tentukan barang yang kita masuk, ini support dari Pemerintah Daerah,” terangnya.

Dengan demikian, di saat harga kebutuhan pokok terus melonjak naik, lanjut Bupati, dirinya bisa mengendalikan dengan program pasar murah tersebut.

“Tujuannya kalau ada yang lebih murah secara tidak langsung akan mengendalikan stabilator,” tandasnya.

Sementara itu, Iwan Abdillah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menuturkan, di pasar milik Pemkab ini tercatat telah ada tujuh TPK (Toko Pangan Kita) yang menyuplai beras dari bulog dengan harga Rp 10.900 per kilogram.

“Jadi kami memperbanyak TPK, dengan adanya Wulandari ini sebagai kontrol TPK yang ada di pasar,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page