
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Perjalanan menjadi seorang Duta GenRe bukanlah hal mudah. Namun, Adia Tsallatsa Berliana Ramadani, siswi SMP Negeri 1 Kota Mojokerto, membuktikan bahwa usia bukan batasan untuk menginspirasi. Melalui kerja keras dan semangat yang besar, Adia berhasil meraih Juara 2 Duta GenRe Putri Kota Mojokerto 2025.
Siapa sebenarnya Adia? Yuk, kita kenalan lebih dekat!
Langkah Kecil dari Hati yang Besar
Lahir dari keluarga yang sederhana, Adia tumbuh dengan kesederhanaan dan ketekunan. Awalnya, Adia dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam. Namun, seiring bertambahnya usia, khususnya saat menginjak kelas 9 SMP, ia mulai lebih terbuka dan mudah bersosialisasi dengan orang lain.
Keputusan Adia untuk mengikuti ajang Duta GenRe dilatarbelakangi oleh keinginannya menyuarakan Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja). Ia prihatin melihat realita di sekitarnya, di mana masih banyak anak yang mengalami stunting dan terlibat dalam pergaulan bebas.
Perjalanan Menjadi Duta GenRe
Perjalanan Adia dimulai dari seleksi tingkat sekolah, sebelum akhirnya melangkah ke tingkat Kota Mojokerto. Tantangan terbesar bagi Adia adalah faktor usia. Di antara para finalis yang sebagian besar sudah SMA, Adia yang masih SMP menjadi peserta termuda. Meski begitu, semangatnya tidak surut.
Bahkan, momen berharga baginya adalah ketika para finalis yang sudah SMA dengan hangat memanggilnya “adik”, sebuah panggilan yang membuatnya merasa menemukan keluarga baru dalam perjuangan bersama selama tujuh bulan.
Perubahan Positif dari Duta GenRe
Mengikuti Duta GenRe membawa banyak perubahan dalam diri Adia. Ia tak hanya belajar soal materi GenRe, tetapi juga mendapatkan banyak pengalaman baru, seperti menjadi MC dan belajar berbicara di depan publik dengan percaya diri. Adia merasa value dirinya meningkat, ia kini lebih memperhatikan etika, penampilan, dan sikap di berbagai kesempatan.
“Banyak sekali perubahan yang aku rasakan. Aku rasa semenjak masuk Genre itu value aku lebih meningkat. Kemana-mana jadi lebih memperhatikan etika dan juga penampilan,” ungkapnya.
Inspirasi besar bagi Adia datang dari para panitia pemilihan Duta GenRe 2025, yang menurutnya menunjukkan totalitas dan keseriusan dalam menjalankan misi GenRe.
Visi, Misi, dan Program Unggulan
Adia memiliki visi dan misi kuat yaitu membawa perubahan positif bagi remaja di Kota Mojokerto, menginspirasi mereka untuk menjadi generasi yang berkualitas, dan menyebarkan semangat GenRe ke lingkungan sekitar.
Untuk mewujudkan misinya, Adia memiliki dua program unggulan:
- SiBiRu (Sikat Habis Perundungan): Sebuah program edukasi berbentuk permainan, yang bertujuan memberikan pemahaman tentang bahaya perundungan dengan cara yang seru dan mudah diterima remaja.
- SERASA (Senin Rabu with Sahabat Spensa): Program konseling sebaya yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu, di mana teman sebaya bisa berbagi cerita dan menemukan solusi bersama.
Peduli Isu Stunting
Dari berbagai isu remaja, Adia memiliki perhatian khusus terhadap masalah stunting. Baginya, stunting bukan sekadar soal tinggi badan, ini adalah masalah serius karena akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Stunting itu bukan hanya mempengaruhi tinggi badan anak tapi juga dapat mempengaruhi kecerdasan intelektual anak tersebut. Nantinya tentu akan membawa dampak bagi masa depan Bangsa Indonesia,” jelasnya.
Harapan untuk Generasi Muda
Adia berharap generasi muda Indonesia, khususnya di Kota Mojokerto, bisa menjadi generasi yang lebih berkualitas, bertanggung jawab, dan membawa perubahan positif. Ia percaya bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi muda saat ini, dan ia ingin menjadi bagian dari perubahan besar itu.
Tentang Duta GenRe
Program Duta GenRe (Generasi Berencana) merupakan bagian dari inisiatif nasional yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini bertujuan untuk mencetak remaja yang mampu menjadi teladan dalam penerapan pola hidup sehat, produktif, serta memiliki perencanaan masa depan yang matang.
Duta GenRe dipilih melalui seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Mereka diharapkan mampu mengedukasi teman sebaya terkait pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, serta bahaya seks bebas dan HIV/AIDS.
Sebagai Duta GenRe, remaja terpilih bertugas untuk menjadi role model dalam menerapkan pola hidup sehat, menghindari perilaku berisiko seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, serta mengampanyekan pentingnya perencanaan pendidikan, karier, dan keluarga.
Dengan membawa semangat perubahan, Duta GenRe berkomitmen menjadi motor penggerak lahirnya Generasi Emas 2045, selaras dengan visi Indonesia untuk menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global. (Tim Redaksi)
