PPG Unesa Gelombang II 2024: Wujud Komitmen Cetak Guru Kreatif dan Tangguh di Era Digital

Avatar of Jurnalis: Husni
unesa
Suasana pengukuhan dan pengambilan sumpah program PPG Unesa. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menggelar pengukuhan dan pengambilan sumpah profesi lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) gelombang II tahun ajaran 2024 di Gedung Graha Sawunggaling, Kamis (9/10/2025).

Diiikuti oleh 562 peserta, acara berlangsung dengan kidmat dan meriah. Para lulusan PPG Unesa telah dibekali dengan beragam kompetensi mulai dari pendidikan inklusi, kompetensi kesehatan jasmani dan rohani, pedagogik, dan tentunya kemampuan akademik yang memadai.

Kepala Badan Pendidikan Profesi Guru Unesa, Fatkur Rohman Kafrawi mengatakan banyak wilayah di Indonesia khususnya Jawa Timur yang kekurangan tenaga guru. Hal ini disebabkan karena adanya aturan pemerintah daerah dilarang mengangkat guru non ASN atau guru honorer.

“Aturan ini sebenarnya juga memiliki tujuan guru yang sudah didapodik program pemerintah prioritas pertama dihabiskan dulu. Jadi Unesa menawarkan diri untuk mengisi kekosongan tersebut sementara akan diisi lulusan calon guru PPG karena sudah bersertifikat,” jelas Fatkur, Kamis (9/10/2025).

Lebih lanjut, pihaknya menawarkan kepada pemerintah daerah yang kekurangan untuk sementara waktu menggunakan tenaga guru dari program PPG Unesa. Penempatan akan dilakukan sesuai KTP peserta, sehingga nantinya setelah ini peserta dapat menghubungi dinas pendidikan setempat terkait penempatan.

“Kita sudah tawarkan alhamdulillah Lumajang sudah menerima. Untuk saat ini kami memprioritaskan penempatan KTP di Lumajang, Nganjuk dan Magetan itu nanti langsung setelah lulus ini data sudah kami berikan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Rektoe Unesa, Prof Nurhasan menuturkan PPG merupakan program prioritas pemerintah sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Oleh sebab itu Unesa berkomitmen untuk mencetak tenaga guru yang profesional, tangguh, kompeten, berkarakter dan berdedikasi tinggi.

“Karena tuntutan sekarang luar biasa guru sekarang harus kreatif, inovatif dan membuka diri untuk berkolaborasi. Karena di era serba digital ini para guru harus kreatif agar proses pembelajaran menjadi menarik,” paparnya.

Sementara itu salah satu peserta lulusan program PPG Uneaa Triska Aulia Fibrianti menjelaskan banyak tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan karakter. Di era serba modern saat ini pendidikan akademik saja tidak cukup dalam mencetak SDM yang unggul, tetapi juga pendidikan karakter harus berjalan beriringan agat dapat mencetak generasi penerus yang unggul dan menjunjung kearifan lokal.

“Dengan berbekal ilmu dari PPG Unesa, saya dan teman teman berharap tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga karakter untuk menekan kenakalan remaja. Ini yang menjadi tantangan terbesar,” jelasnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan pembelajaran yang adaptif dan dekat dengan keseharian para siswa, agar nantinya dapat mudah dipahami.

“Selain itu keterbukaan juga jadi hal penting agar siswa tidak takut bertanya. Dengan keterbukaan para siswa akan mudah menyerap materi dan tujuan pembelajaran dapat tercapai,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page