Ratusan Mahasiswa Surabaya Aksi di Depan Mapolda Jatim, Janji Tak Rusak Fasum

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250830 125048
Aksi mahasiswa Surabaya di depan Mapolda Jatim. (Redaksi/kabarterdepan.com)

Surabaya, kabarterdepan.com– Aliansi mahasiswa yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus di Surabaya menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Polda Jawa Timur (Mapolda Jatim), di Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya, Sabtu (30/8/2025).

Para mahasiswa menggunakan jaket almamater secara bergantian melakukan orasi.

Muhammad La Rayba Fie Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengatakan demontrasi ini menuntut pihak kepolisian untuk menghentikan dan tidak mengulangi tindakan represif terhadap massa aksi. Ia khawatir jika represif aparat terus diterapkan maka akan ada korban lain seperti Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas dilindas kendaraan Rantis Brimob.

“Kami maksimalkan dari BEM kampus di Kota Surabaya. Teman-teman Lamongan, Magetan, Madiun ikut hadir menyuarakan aspirasi,” ujar Arfi, sarapan akrabnya.

Arfi menjamin aksi ini murni untuk menyuarakan aspirasi tentang keresahan dan kesedihan atas kebijakan pemerintah, tanpa niat merusak fasilitas umum (fasum) atau membahayakan siapa pun.

Arfi juga menyatakan bahwa peserta demo telah diinstruksikan untuk menghindari tindakan merugikan.

“Sudah kami instruksikan jangan sampai terjadi yang merugikan dan memberikan efek negatif ke masyarakat. Peserta demo semua memakai almamater,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan aksi, tapi belum ada tanggapan dari pihak berwenang. “Sudah kami layangkan surat pemberitahuan tapi belum ada tanggapan,” jelasnya.

Arfi berharap aparat memandang mahasiswa sebagai bagian dari rakyat yang menyuarakan aspirasi.

“Kami hanya ingin menyuarakan kejanggalan di hati dan pikiran kami,” tegasnya.

Ke depan, ia berharap aparat kembali menjadi pengayom masyarakat.

“Bukan yang menindas dan melindas,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page