
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Wanita asal Jakarta mengaku kehilangan waktu bersama keluarga untuk mengantri melakukan pengembalian pembayaran (refund) akibat optimalisasi pelayanan KAI usai anjloknya kereta Argo Bromo Anggrek di Pegaden Baru wilayah Daop 3 Cirebon.
Hal tersebut diungkapkan oleh Nita saat mengantre di ruang tiket Daop 6 Yogyakarta. Dirinya yang sebelumnya mengantarkan sang ibu kembali ke rumah dari Jakarta hanya bisa pasrah untuk mengantre
“Harusnya kumpul sama ibu saya dirumah, tapi harus nunggu ini,” ujar Nita saat diwawancarai Minggu (3/8/2025)
Kejadian Kecelakaan Kereta Argo Bromo juga membuat Nita mengeluarkan biaya lagi untuk menggunakan moda transportasi bus menuju Yogyakarta
“Semulanya masih jalan, ternyata baru ada pemberitahuan mepet KA Gajah Wong dibatalkan, saya tanya Kereta Fajar Utama juga dibatalkan,” ujarnya saat diwawancarai.
“Harusnya kemarin (Jumat) kereta dari Jakarta jam 4 sore berangkat ke Yogyakarta, akhirnya saya harus cari tiket bus lagi, kan habis-habisin waktu. Sudah antri banyak orang ternyata dibatalkan,” katanya.
Ia mendapatkan informasi bahwa pelanggan bisa melakukan refund dimana aja dalam waktu 7×24 jam. Hal tersebut sedikit melegakan bagi Nita.
“Makanya saya tanya, bisa nggak refund di Yogyakarta, katanya bisa. Soalnya besok (Senin) harus sudah balik ke Jakarta pagi-pagi,” katanya.
Ia ingin ke depan pihak KAI bisa memberitahu terlebih dahulu sebelum melakukan pembatalan pemberangkatan sehingga tidak merugikan konsumen.
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih melalui keterangan tertulis menyampaikan pihaknya belum menerima informasi terbaru terkait jumlah pelanggan yang melakukan refund dan pembatalan keberangkatan.
“Belum mas, saat ini refund masih berlangsung sampai 7 hari ke depan,” katanya. (Hadid Husaini)
