
Kota Mojokerto, KabarTerdepan.com – Sebanyak 100 peserta pelatihan rajut di Kota Mojokerto difasilitasi program pendampingan, bantuan modal hingga pembentukan koperasi. Kegiatan ini digelar oleh Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag).
Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 29-31 Agustus di Rest Area Gunung Gedangan, Kelurahan Gunung Gedangan. Wali Kota Ika Puspitasari sempat mengunjungi pelatihan tersebut di hari terakhir pelatihan, Kamis (31/8/2023).
Pada kesempatan itu Ika Puspitasari berinteraksi langsung dengan para peserta yang mayoritas datang dari kalangan ibu-ibu muda. Dirinya menyebut pelatihan rajut di Kota Mojokerto yang merupakan bagian dari program Inkubasi Wirausaha di Kota Mojokerto ini bertujuan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif dalam mempersiapkan Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata berbasis sejarah dan budaya.
“Kota ini milik panjenengan, kota ini milik kita. Ketika kota kita sudah terbentuk sebagai Kota Pariwisata, jangan sampai warga Kota Mojokerto hanya sebagai penonton. Pelakunya justru banyak dari luar,” tegas wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini.
Salah satu peserta pelatihan, Yuli Astuti (32), mengaku antusias mengikuti kegiatan gratis ini. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan yang diadakan Pemkot Mojokerto
“Lebih tertarik ini (pelatihan rajut). Karena bisa dikerjakan dimana saja. Apalagi kalau sudah terbiasa, juga bisa dilakukan dengan kegiatan lain,” Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga ini.
Lebih lanjut ia juga optimis untuk bisa mengembangkan usaha dengan peserta lainnya. Sehingga, kedepan dapat menambah pemasukan bagi keluarganya.
Apa Itu Merajut.?

Mengambil sumber dari Wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Merajut yang menjelaskan mengenai apa itu merajut, Merajut adalah metode membuat kain, pakaian atau perlengkapan busana dari benang rajut. Berbeda dari menenun yang menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya menggunakan sehelai benang. Sebaris tusukan yang sudah selesai dipegang di salah satu jarum rajut sampai dimulainya tusukan yang baru.
Merajut dapat dilakukan dengan tangan ataupun mesin. Ada berbagai jenis gaya dan teknik merajut. Teknik dasar dalam merajut adalah tusuk atas dan tusuk bawah. Tusuk atas dilakukan dengan cara mengaitkan benang dari arah depan, sementara tusuk bawah adalah mengait benang dari arah belakang. Hasil rajutan memiliki pola seperti huruf v yang bersambungan.
Perajutan datar yang dilakukan memakai dua jarum rajut atau jarum melingkar. Hasilnya berupa kain lurus dan mendatar (persegi panjang). Perajutan melingkar yang dilakukan memakai jarum rajut berujung dua atau jarum melingkar. Hasilnya berupa kain berbentuk silinder seperti kaus kaki dan lengan baju hangat.
Berbagai jenis jarum rajut serta ukuran benang dipakai untuk menghasilkan rajutan dengan bentuk yang berbeda-beda. Produk garmen yang dibuat dari hasil rajutan, misalnya: baju hangat, syal, selimut, topi. kaus kaki, hingga blus, gaun. dan tunik.
Teknik merajut dengan sebatang jarum rajut disebut merenda (bahasa Inggris: crochet). Pada dasarnya, merenda dan merajut sama-sama bertujuan mengait benang melalui lubang tusukan yang ada, namun menggunakan teknik rajutan dan jarum yang berbeda. Jarum untuk merenda disebut jarum renda atau hakpen (dari bahasa Belanda: haakpen) yang memiliki pengait pada ujungnya.
Pelatihan rajut di Kota Mojokerto diajarkan berbagai macam teknik merajut agar bisa menghasilkan produk yang bagus serta layak jual (*)
