
Surabaya, Kabarterdepan.com — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Workshop Statistik Sektoral sebagai bagian dari program Jawa Timur Cerdas Digital (Jatim CERDIG).
Kali ini, kegiatan menyasar 100 mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) di Ruang Anjasmoro, lantai 4 Kantor Diskominfo Jatim, Surabaya, Senin (23/6/2025).
Dengan tema “From Data to Insight”, kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa kemampuan dalam mengakses, memahami, dan mengolah data terbuka Jawa Timur, guna mendukung kebutuhan riset dan inovasi di lingkungan kampus.
Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni:
– Satriyo Wahyudi, Ketua Tim Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Penyelenggaraan Statistik Sektoral Diskominfo Jatim, yang memaparkan materi mengenai pemanfaatan Portal Open Data Pemprov Jatim.
– Ali Azyumardi, praktisi informatika dan multimedia, yang menyampaikan materi terkait analisis sentimen berbasis Open Data Jatim dengan metode Machine Learning (ML).
Kepala Bidang Data dan Statistik Dinas Kominfo Jatim, Imam Fahamsyah, mewakili Kepala Dinas, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Nawa Bhakti Satya milik Pemprov Jatim, khususnya dalam pilar Jatim Cerdas yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM melalui akses pendidikan yang merata dan inklusif.
“Kami mendukung education for all yang berkualitas dan adil melalui program Cerdas Digital (CERDIG). Workshop ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan akademisi untuk menciptakan ekosistem data yang inklusif dan mendorong lahirnya generasi digital yang siap menjawab tantangan masa depan,” jelas Imam.
Ia menambahkan bahwa ini merupakan kali kelima pelaksanaan workshop statistik sektoral di bawah payung CERDIG.
Menurut Imam, workshop ini menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami kekayaan data yang tersedia di Jawa Timur dan bagaimana memanfaatkannya secara maksimal dalam proses akademik maupun penelitian.
Imam juga memperkenalkan berbagai inisiatif data yang dikembangkan Pemprov Jatim, seperti:
– Jatim Data-Centric, menjadikan data sebagai aset utama perencanaan pembangunan.
– Satu Data Jatim, untuk mengintegrasikan data lintas perangkat daerah.
– Open Data Jatim, yang memberikan akses luas kepada publik terhadap data pemerintah.
– Satu Peta Jatim (MAJAPETA), integrasi data geospasial untuk perencanaan yang lebih presisi.
Imam menegaskan bahwa data kini telah menjadi aset yang sangat berharga, bahkan bisa menjadi sumber pekerjaan masa depan bagi generasi muda.
Karena itu, mahasiswa perlu disiapkan dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi persaingan global. (Riris*)
