Akui Sulit Turunkan Stunting di Blora, Dinkesda Targetkan Turun Tiga Persen

Avatar of Redaksi
IMG 20250425 WA0115
Plt Dinkesda Blora, Edi Widayat. (Fitri/kabarterdepan.com) 

Blora, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) menargetkan turunkan stunting tiga persen pada tahun 2025.

“Target kita turun dari 21,2 persen menjadi 18 persen,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Dinkesda Blora Edi Widayat, Jumat (25/4/2025).

Edi mengakui bahwa menurunkan angka stunting bukan perkara mudah. Untuk itu, pihaknya terus memantau pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita di posyandu-posyandu yang ada di desa.

“PMT berasal dari berbagai sumber, seperti APBN, bantuan provinsi, dana desa, hingga APBD Kabupaten Blora,” jelasnya.

Edi menekankan, pencegahan stunting sebaiknya dimulai sejak remaja, khususnya remaja putri. Usia pernikahan dan jarak kelahiran anak sangat berpengaruh terhadap kesiapan organ reproduksi.

“Remaja putri yang alat reproduksinya belum siap, sangat berisiko melahirkan bayi stunting. Selain itu, jarak kelahiran anak yang terlalu dekat juga bisa mengurangi perhatian orang tua terhadap gizi,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa penyebab stunting tidak hanya soal gizi balita. Faktor genetik, pola makan ibu menyusui, kondisi rumah, sanitasi air, dan lingkungan juga punya pengaruh besar.

“Ilmu kesehatan lingkungan mencatat, 80 persen penyakit berasal dari kondisi lingkungan,” terang Edi.

Karena itu, menurutnya, penyakit yang muncul dari lingkungan ikut memperburuk kondisi ibu dan bayi, yang pada akhirnya meningkatkan risiko stunting.

Edi menambahkan, setiap daerah memiliki tantangan dan waktu yang berbeda dalam menurunkan angka stunting.

“Masalah utamanya memang gizi anak. Tapi pola asuh, pola makan, dan lingkungan tempat tumbuh juga sangat berpengaruh,” ujarnya.

Sebagai penutup, Edi menegaskan pentingnya pemenuhan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan anak, yaitu sejak usia kandungan empat bulan hingga anak berusia tiga tahun.

“Itulah masa krusial untuk mencegah stunting sejak dini,” pungkas Edi.(Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page