Khofifah Usulkan Pemanfaatan APBD untuk Program Makan Bergizi Gratis

Avatar of Redaksi
Snapinst.app 473786346 602421089042668 2613715585603703591 n 1080
Potret Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara (@khofifah.ip)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, mengusulkan agar program makan bergizi gratis mendapat dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Usulan ini disampaikan saat ia bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/1/2025).

“Tadi saya matur ke Pak Presiden, ada juknis dari BGN. Juknis BGN itu APBN. Padahal sharing APBD menurut saya penting,” ujar Khofifah.

Khofifah optimistis banyak kepala daerah bersedia membantu pemerintah pusat demi kelancaran program tersebut, sesuai kemampuan masing-masing daerah.

“Rata-rata mereka welcome, pengambil keputusan di daerah, seandainya mereka diajak sharing bersama-sama,” tambahnya.

Khofifah juga memberikan contoh bahwa APBD dapat digunakan untuk menambah variasi lauk pauk dalam menu program tersebut.

“Saya ketika awal lihat, wah ini kalau ditambahin setengah telur gitu, lebih bagus proteinnya gitu,” jelasnya.

Ketua DPD Usulkan Pemanfaatan Zakat untuk Program Gizi

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Sultan Bachtiar Najamudin, mengusulkan agar program makan bergizi gratis juga didanai melalui zakat atau kontribusi warga.

Menurutnya, sifat dermawan dan gotong-royong yang menjadi budaya masyarakat Indonesia bisa dimanfaatkan untuk mendukung program ini.

“Bagaimana kita menstimulus agar masyarakat umum pun terlibat di program makan bergizi gratis ini. Di antaranya adalah saya kemarin juga berpikir, kenapa nggak ya zakat kita yang luar biasa besarnya juga kita mau libatkan ke sana, itu salah satu contoh,” kata Sultan.

Ia juga menilai program makan bergizi gratis sulit berkelanjutan jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu, sumber pendanaan alternatif seperti zakat dan gotong-royong masyarakat bisa menjadi solusi. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page