Kecelakaan Bus di Tol Cipularang Akibatkan Perjalanan Ziarah Berujung Duka

Avatar of Redaksi
IMG 20241226 WA0026
Potret bus yang menabrak truk di tol Cipularang sepulang ziarah. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Tol Cipularang KM 80 arah Jakarta, Kamis dini hari (26/12/2024).

Kecelakaan ini melibatkan bus pariwisata PO Qonita dengan nomor polisi B 7363 NGA dan sebuah truk pengangkut kerikil dengan nomor polisi B 9354 FYT.

Akibat insiden ini, dua penumpang bus meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 56 orang lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Kompol Joko Prianto, Kepala Induk PJR Tol Cipularang, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Penyebab sementara yang diduga adalah sopir bus yang mengantuk sehingga kehilangan kendali dan menabrak truk yang berada di jalur kiri.

“Tiba-tiba bus menghantam bagian belakang truk pengangkut kerikil yang sedang melaju. Sopir diduga mengantuk,” ungkap Joko.

Bus yang membawa rombongan peziarah asal Tangerang tersebut sedang dalam perjalanan kembali dari ziarah ke Pamijahan, Tasikmalaya. Rombongan memulai perjalanan mereka sejak sore hari sebelumnya, sekitar pukul 16.00 WIB. Sebagian besar penumpang dilaporkan sedang tertidur lelap setelah menjalani aktivitas ziarah ketika kecelakaan terjadi.

Udin, salah satu penumpang yang selamat, menceritakan detik-detik pasca tabrakan.

“Kami semua terbangun karena benturan yang sangat keras. Saat itu semua orang panik, ada yang menangis, ada yang berteriak,” katanya.

Dampak tabrakan membuat bagian depan bus ringsek parah, menewaskan dua penumpang di lokasi.

Korban yang terluka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta untuk mendapatkan penanganan medis. Pihak kepolisian juga berhasil menangkap sopir truk yang sempat melarikan diri setelah kecelakaan. Sopir tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan untuk mengetahui perannya dalam insiden ini.

Proses evakuasi dilakukan selama beberapa jam oleh tim gabungan dari polisi, petugas tol, dan tim medis. Selain dua korban meninggal dunia, sebagian besar penumpang yang terluka mengalami patah tulang, luka memar, dan cedera ringan hingga sedang. Kondisi jalan yang gelap dan kecepatan bus menjadi faktor yang memperparah dampak kecelakaan.

Kompol Joko menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan.

“Kami menduga sopir bus mengantuk. Tapi kami juga tidak menutup kemungkinan ada faktor lain yang memengaruhi, seperti kondisi jalan atau kecepatan kendaraan,” tambahnya.

Kecelakaan kendaraan berat tidak hanya terjadi di Tol Cipularang. Di hari yang sama, sebuah truk bermuatan mengalami masalah di Jalan Way Ratai, Desa Hurun, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Truk yang tidak kuat menanjak akhirnya mundur dan menabrak tiga kendaraan lain, termasuk dua minibus dan satu sepeda motor, sebelum terperosok ke parit. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun beberapa korban mengalami luka ringan dan langsung dirawat di puskesmas setempat.

Beberapa hari sebelumnya, sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol Pandaan-Malang KM 77+200 A, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebuah truk wing box bermuatan pakan ternak berhenti di bahu jalan karena tidak kuat menanjak.

Meskipun ban truk sudah diganjal, ganjal tersebut gagal menahan beban sehingga truk meluncur mundur dengan kecepatan tinggi. Pada saat bersamaan, sebuah bus rombongan siswa SMP IT Darul Quran Mulia dari Bogor melaju di belakangnya, dan tabrakan pun tak terhindarkan.

Empat orang meninggal dunia dalam insiden di Malang, termasuk sopir dan kernet bus. Bagian depan bus mengalami kerusakan parah, sementara truk juga mengalami kerusakan di bagian belakang.

“Kondisi jalan yang menanjak dan menikung di lokasi tersebut memang rawan kecelakaan, terutama jika kendaraan tidak dalam kondisi optimal,” kata AKBP Putu Kholis Aryana, Kapolres Malang.

Rangkaian kecelakaan ini menjadi peringatan bagi seluruh pengendara, terutama mereka yang menggunakan kendaraan berat atau melakukan perjalanan jarak jauh.

Polisi mengimbau agar pengemudi selalu menjaga kondisi fisik sebelum berkendara dan memastikan kendaraan dalam keadaan baik. Selain itu, pengendara diharapkan untuk lebih berhati-hati, menjaga jarak aman, dan menghindari mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk.

“Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas. Kita juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan musim liburan dengan tetap mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain,” pungkas Kompol Joko. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page