Pj Gubernur Jatim Sebut Gerak Jalan Mojosuro Sebagai Tradisi Legendaris yang Harus Dilestarikan

Avatar of Redaksi
IMG 20241214 WA0033 scaled
Potret Pj Gubernur Jatim saat memberangkatkan peserta gerak jalan (Firda)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Semarak Gerak Jalan Mojosuro (Mojokerto – Suroboyo) GMS 2024 diikuti kurang lebih 4.340 peserta dari berbagai kalangan yang dimulai dari Lapangan Raden Wijaya Surodinawan Kota Mojokerto dan berakhir di Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (14/12/2024).

1.800 peserta pesepeda ontel yang berada di barisan paling depan mengawali keberangkatan kemudian dilanjutkan dengan peserta dari dinas, sekolah, komunitas, perorangan, dan masih banyak lagi.

Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyebut Gerak Jalan Mojosuro merupakan gerak jalan yang legendaris meskipun sempat mengalami penundaan beberapa minggu akhirnya dapat kembali digelar untuk kedua kalinya setelah vakum.

“Ini sudah legend dan kita menghidupkan kembali tahun yang lalu, kita hidupkan kembali dan ternyata animonya luar biasa,” ujar Adhy kepada wartawan saat ditemui di Lapangan Panggreman.

Gerak Jalan Mojosuro mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Adhy mengungkapkan bila pihaknya banyak mendapat pesan melalui media sosial dan pesan yang menanyakan kapan Mojosuro diadakan kembali. Dari antusiasme masyarakat yang tinggi membuktikan agenda tahunan tersebut memang spesial.

“Bahkan untuk yang kedua ini kami sering di DM, di WA, banyak sekali. Kapan Mojosuro? Kapan, kapan, kapan? Nah sekarang kita buktikan ternyata memang itu sesuatu yang spesial, saya lihat bagaimana animo yang mendaftar luar biasa kemudian kreasinya luar biasa, komunitas-komunitas hadir semua dan itu tontonan menarik bagi masyarakat Mojokerto, Sidoarjo maupun Surabaya,” papar Adhy.

IMG 20241214 WA0059 scaled
Potret Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono (Firda)

Adhy juga menegaskan bahwa tradisi Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo harus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan dan penghayatan terhadap perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

“Tradisi ini memang harus kita lestarikan karena dalam rangka untuk menghayati kembali perjuangan para pahlawan kita dalam merebut kemerdekaan,” tegas Adhy.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Adhy menjelaskan bahwa Gerak Jalan Mojosuro merupakan upaya untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini dinilai penting untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsanya.

“Tentu kita ingin bagaimana melakukan napak tilas tentang perjuangan dari para pahlawan yang telah memperjuangkan negara Republik Indonesia. Dari Mojokerto bergerak ke Surabaya untuk merebut kemerdekaan. Oleh karena itu, kita tidak boleh lupa dengan sejarah. Maka gerak jalan Mojokerto-Surabaya ini adalah sangat penting dan sangat bermanfaat,” kata Adhy. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page