
Jakarta, Kabarterdepan.com – Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto sejak pencalonannya sebagai presiden. Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah stunting.
Stunting telah menjadi agenda strategis nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Pemerintah terus berupaya menyinergikan berbagai program kementerian/lembaga, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis yang akan diluncurkan pada Januari 2025. Program ini dirancang mencakup anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang menjadi kelompok sasaran utama intervensi stunting.
Plt Deputi III Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nunung Nuryartono, menjelaskan bahwa salah satu inovasi program ini adalah pemanfaatan pangan lokal. Contoh sukses dari pendekatan ini terlihat di daerah-daerah yang menggunakan magot sebagai pakan ternak dan pupuk organik untuk mendukung ketahanan pangan lokal.
“Komunitas ini bisa menjadi inspirasi untuk daerah lain, terutama dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memenuhi kebutuhan gizi,” tutur Nunung dilansir dari acara Forum Merdeka Barat 9, Senin (19/11/2024).
Strategi ini dinilai relevan untuk daerah terpencil seperti Papua, di mana kendala distribusi logistik sering terjadi. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, biaya distribusi dapat ditekan, dan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi.
Teknologi sebagai Pendukung
Sementara, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan, Sekretariat Wakil Presiden RI, Suprayoga Hadi, mengungkapkan bahwa teknologi juga memainkan peran penting dalam menekan angka stunting. Salah satunya adalah aplikasi Digital e-Assistance for Stunting Information (DESI), yang membantu bidan dan kader keluarga memberikan edukasi yang efektif tentang stunting.
“Aplikasi ini dapat diakses oleh bidan dan kader keluarga di lapangan untuk membantu mereka memberikan edukasi yang efektif,” kata Suprayoga dilansir dalam acara Forum Merdeka Barat 9, Senin (18/11/2024).
Selain itu, integrasi digital memungkinkan pemerintah memantau distribusi makanan bergizi dalam program MBG dan memetakan daerah yang membutuhkan pendampingan khusus.
Sinergi dengan Strategi Nasional
Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Strategi Nasional (Stranas) yaitu pencegahan dan penurunan stunting yang didukung oleh program MBG.
Suprayoga menyampaikan yang menjadi fokus utama saat ini adalah upaya pencegahan. Langkah ini meliputi pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin bagi calon pengantin, serta edukasi untuk remaja putri dan ibu hamil.
“Indonesia telah diakui dunia sebagai contoh terbaik dalam penurunan stunting. Dengan Stranas baru, kita optimis dapat terus mencetak prestasi dan membangun generasi yang sehat serta cerdas,” papar Suprayoga.
Kolaborasi dengan Posyandu dan Puskesmas
Nunung juga menuturkan bahwa posyandu dan Puskesmas berperan sebagai ujung tombak dan garda terdepan pemerintah dalam memonitoring pelaksanaan pencegahan stunting ini melalui lebih dari 300.000 Posyandu dan 10.000 Puskesmas di seluruh Indonesia.
“Posyandu dan puskesmas adalah garda terdepan untuk memantau anak-anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” tambah Nunung.
Salah satu pendekatan utama dalam pencegahan stunting adalah intervensi pada kelompok remaja putri. Dengan memastikan kesehatan mereka sebelum menikah dan hamil, risiko bayi lahir stunting dapat diminimalkan.
Pemerintah optimis bahwa kolaborasi antara semua pihak, mulai dari pusat hingga daerah dapat mewujudkan target penurunan stunting secara signifikan. Program MBG tidak hanya diharapkan mengurangi angka stunting yang ada, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru.
“Program ini sangat strategis. Banyak masukan dari berbagai lembaga yang menekankan pentingnya mencermati dengan seksama program-program penurunan angka stunting ini,” pungkas Nunung.
Dengan dimulainya program Makan Bergizi Gratis pada awal 2025, pemerintah berharap kualitas hidup masyarakat meningkat secara menyeluruh, menciptakan SDM unggul yang siap bersaing di tingkat global. (Riris*)
