Debat Perdana Pilkada Jember: : Hendy-Gus Firjaun Pamer Keberhasilan, Fawait-Joko Susanto Menyikapi Kemiskinan

Avatar of Redaksi
IMG 20241027 WA0003
Debat perdana Pikada Jember. (Lana Rumanta/kabarterdepan.com)

Jember, Kabarterdepan.com-
Komisi Pemilian Umum ( KPU) Kabupaten jember telah menyelenggarakan debat Pilkada perdana untuk calon bupati dan wakil bupati Jember di Hall Sari Nikmat Kecamatan Kaliwates, Jember, Sabtu (26/10/2024) malam.

Ketua KPU Kabupaten Jember Desi Anggraini mengatakan pada gelaran debat perdana pilkada Jember pihaknya berharap semua pasangan calon (Paslon) sama-sama memiliki etikad yang baik dan punya misi yang sama untuk menyelenggarakan dan mensukseskan pilkada serentak khususnya Pilkada di Kabupaten Jember.

“Kita tidak sekedar membicarakan tentang bagaimana itu memilih, tidak juga membicarakan menggunakan hak pilih, tapi kita juga berbicara tanggung jawab kita sebagai warga Jember dan juga sebagai warga negara yang baik untuk menyatukan dan menjaga demokrasi, menjaga stabilitas situasi Jember yang aman damai kondusif sampai selesainya Pilkada di Jember,” ungkap Desi Anggraini.

Sementara Paslon nomor urut 1 Pasangan Bupati – wakil bupati Hendy Siswanto-Gus Firjaun pada debat perdana lebih menonjolkan keberhasilan memimpin Jember dalam kurun waktu 3 tahun. Hendy Siswanto mengaku mendapatkan pengalaman baru atas terselenggaranya debat.

“Ini pengalaman baru buat kami, kalau dulu tahun (2019) debat dilaksanakan di Surabaya, kali ini di Jember. Karena dulu dalam suasana covid 19, namun kali ini tidak, jadi agak bebas, lebih ramai,” katanya.

Pada sesi tanya jawab, sang petahana Hendy bertanya kepada Paslon 02, tentang hubungannya Kopi dengan kesehatan, sebagai bentuk upaya alternatif untuk menjaga kesehatan.

“Nanti kita akan tunjukkan ya, bagaimana mengeksplore kopi hubungannya dengan kesehatan. Terlebih, Jember merupakan pusat produksi kopi dan kakao, bahkan di Jember terdapat Pusat Penelitian Kopi dan Kakao,” urainya.

“ini adalah added value dari produk kopi, yang dapat digunakan untuk kesehatan. Teman teman Unej punya hasil penelitiannya,” Imbuhnya.

Terkait dengan Paslon 02 Muhammad Fawait yang membawa bawa nama Presiden RI Prabowo Subianto dalam narasinya, Hendy mengatakan bahwa dirinya juga mendukung Prabowo sebagai Presiden RI.

“Beliau kan presiden saya juga, saya cinta dong,” ujarnya.

Hendy Siswanto menyampaikan Program Prabowo Subianto diantaranya tentang pemenuhan kebutuhan dasar, yang menurut Hendy sudah merupakan kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dasar bagi masyarakat.

“Tetapi nendangnya bagaimana kita menyiapkan ketahanan pangan.
Selain itu pelayanan dasar lainnya, yang sudah dilakukan Hendy dan Gus Firjaun selama memimpin Jember, periode 2021 – 2024, telah menjalankan program J Pasti Keren yang sudah pasti dinikmati rakyat Jember untuk layanan Kesehatan Gratis,” kata Hendy Siswanto.

Ditanya alasan Hendy mencalonkan kembali sebagai Bupati Jember, dia menjelaskan bahwa periodisasi jabatannya hanya berjalan 3,5 tahun, dipotong Pandemi covid-19 selama 1 tahun, jadi masih 2 tahun .

“Ibarat salat magrib masih kurang satu rakaat, kami bersama Gus Firjaun hanya menjalankan pemerintahan selama 2 tahun jadi kami mohon ijin untuk melanjutkan ,” katanya.

Untuk diketahui selama memerintah Jember, Hendy mengatakan bahwa pembangunan di Jember sudah berjalan dengan baik, bahkan pertumbuhan ekonomi sudah mencapai 7 persen. Begitu juga infra struktur jalan sepanjang 12.000 Km sudah dirasakan manfaatnya oleh rakyat Jember.

“Tetapi masih ada pekerjaan yang masih tersisa, diantaranya pembangunan Alun alun, pusat pemerintahan, bandara lalu, jalan tol, maka ijin kami akan lanjutkan, supaya pilot nya benar,” tandasnya.

Terkait dengan eksplorasi Gunung dan Gumuk, Hendy menjelaskan harus ada pemberitahuan regulasi, untuk mempermudah pengelolaan gunung dan Gumuk yang lebih berorientasi pada penyelamatan lingkungan.

“Yang baru kita garap hanya Gunung Sadeng, untuk Gumuk yang kecil masih belum,” ujarnya.

Sedangkan cabup cawabup nomor urut 2 Gus Fawait – H.Joko Susanto pada debat pilkada perdana mengangkat isu tingginya angka kemiskinan, Stunting, sektor pariwisata, layanan kesehatan gratis, eksplorasi tambang galian C.

Dengan berapi api Gus Fawait menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan, pengangguran dan stunting di Kabupaten Jember masih tinggi.

“Semua kami sampaikan dengan data, kalau tadi kami sempat dibantah, namun tidak menggunakan data,” ucapnya.

Saat sesi debat, kata Gus Fawait dirinya mendapatkan ilmu baru, yakni hubungan kopi dengan kesehatan. selama ini petani kopi tidak mendapatkan pupuk bersubsidi, maka nanti kami akan sediakan pupuk bersubsidi untuk petani kopi

“Meski kopi juga bisa ditingkatkan pemberdayaannya, namun Rumah Sakit juga harus dibangun, sebagai upaya untuk meningkatkan layanan kesehatan.” Ujarnya.

“menurut tim ahli kedokteran kami, kopi tidak bisa menyembuhkan penyakit juga,” sindirnya.

Wafait melanjutkan membangun Jember, tidak cukup dengan mengandalkan APBD, perlu bersinergi dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

“Kalau presidennya ketua umum kami, dan saya dengan pak Djoko menjadi Bupati Jember, maka anggaran dari pusat insyaallah akan lebih besar, untuk membangun Jember lebih baik lagi,”selorohnya

Dia katakan untuk membangun Jember, menurut Pasangan Gus Fawait dan Djoko Susanto memiliki program jangka pendek, menengah dan panjang.

“Untuk jangka pendeknya kita punya program subsidi pupuk dari Pemkab,” kata Fawait.

Selain itu harus dibangun infrastruktur jalan, bandara udara jangan sampai mati seperti sekarang.

“Meskipun lahannya punya BUMN saya optimis bisa diajak kerjasama untuk penambahan runway biar ada penerbangan jember jakarta. sebagai upaya Penambahan ruas jalan untuk mengurai kemacetan lalu lintas,” terangnya.

Dengan mengaktifkan bandara udara, maka akan membuka ruang investasi datang ke Jember, sehingga dapat membuka kesempatan membangun sektor riil.

“Maka dapat menanggulangi kemiskinan, dan membuka kesempatan bekerja, untuk mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Terkait .pelayanan kesehatan, menurut Gus Fawait sudah menggunakan anggaran triliunan rupiah, namun angka stunting, angka kematian ibu dan bayi masih tinggi.

“Kata Pak Djoko tadi, blonjone gak tepak iki. Maka pelayanan kesehatan tidak hanya gratis di Jember, tetapi juga di Indonesia, dengan menggunakan UHC,” ujarnya.

Jika sistem UHC dapat berjalan, maka pasien happy, tenaga kesehatan happy dan Rumah Sakitnya hidup.

“Kalau yang seperti sekarang, saya dapat info rumah sakitnya sudah ngap-ngapan nih, utangnya banyak, dan nakesnya untuk japelnya bisa terancam tidak terbayar,” tegasnya.

Untuk pembangunan jalan tol di Kabupaten Jember, Gus Fawait menyebut perlu ahli yang mumpuni, untuk dapat merealisasikan pembangunan jalan tol.

“Kami punya ahli tata ruang, pak Djoko yang sudah punya program untuk menambah ruas jalan dengan menggandeng Kabupaten sebelah, Pemerintah Provinsi dan Pusat,” katanya.

“Itu akan lebih mudah diselesaikan, apalagi Presidennya Pak Prabowo, Gubernurnya Bu Khofifah dan Bupatinya saya dan Pak Joko,” terangnya.

Termasuk juga peningkatan sektor pariwisata, kata Gus Fawait, Kabupaten Jember memiliki banyak potensi wisata, diantaranya laut, alam, religi dan sektor pariwisata lainnya.

“Ciri sebuah daerah dikatakan maju jika pariwisatanya maju, maka akan maju dengan peningkatan sektor pariwisata,” pungkasnya. (Lana)

Responsive Images

You cannot copy content of this page