
Jember, kabarterdepan.com – Pemkab Jember melaksanakan Rembuk Stunting di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa, (28/5/2024).
Rembuk stunting tersebut mengambil tema “Gotong Royong Optimalisasi Potensi Lokal Desa dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jember.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Jember Hendy Siswanto. Turut hadir Tri Wahyu Liswati selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Ketua TPPS Kabupaten Jember, KH. MB Firjaun Barlaman, beserta segenap unsur tim percepatan stunting di Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Bupati Hendy mengatakan per Juni 2024 pihaknya akan mengambil langkah tegas berupa intervensi serentak dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jember.
Di antaranya, penandatangan pakta integritas bagi orang tua murid SMP agar tidak menikahkan anaknya ketika masih mengenyam pendidikan sekolah.
Adanya intervensi serentak ini, diharapkan kerjasama dan komitmen mulai dari kades dan lurah untuk meneruskan kepada para RT/RW. Menurut dia, komitmen bersama ini perlu ditingkatkan sebagai upaya menangani masalah stunting dengan cara memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat
Sementara Dr. Tri Wahyu Liswati selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur mengapresiasi hasil kinerja tim pengendalian Stunting di Jember yang dikomandani oleh Wabup Gus Firjaun .’ Jember di tahun 2021 kondisi stunting di Jember menempati urutan teratas nomor 1 kini secara bertahap di tahun 2024 posisi stunting di Jember penanganannya luar biasa .
“Jember sudah masuk di peringkat 18 dari 38 kabupaten Kota Sejawa timur, sudah mengalami penurunan dari 34,9 persen sekarang per januari hingga April 2024 sudah turun di angka 29,7 persen ini semua hasil kerja dan sinergisitas dari tim yang diketuai oleh Bapak Wabup” ungkap Tri Wahyu Liswati. (lana)
