
Kota Mojokerto, kabarterdepan – Tim Verifikasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nasional melakukan kunjungan dengan tujuan untuk meverifikasi secara faktual Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kanjeng Djimat Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto Selasa (21/5/2024).
Kedatangan Tim yang dipimpin langsung Munawar Asikin yang secara kedinasan menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengendalian Penduduk BKKB Republik Indonesia merupakan upaya tindak lanjut dari keberhasilan Kampung KB Kanjeng Djimat menjadi Juara I Provinsi Jawa Timur yang 2024.
Maksud tim verifikasi nasional ini datang langsung mengunjungi Kelurahan Surodinawan untuk melakukan penilaian langsung terjun kelapangan terhadap implementasi program Kampung KB Kanjeng Djimat dibawah naungan dan binaan Dinas Kesehatan PPKB Kota Mojokerto.
Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro di kantor Kelurahan Surodinawan saat menyambut kedatangan tim verifikator nasional mengatakan Kanjeng Djimat Kelurahan Sorodinawan telah memberikan inovasi paling unggul di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ali Kuncoro berharap Kota Mojokerto tidak hanya akan menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Jawa Timur, namun juga akan masuk nominasi menjadi yang terbaik secara nasional.
“Sebagai upaya menghadapi Indonesia emas 2045, wujud nyata inovasi yang telah dilakukan Kanjeng Djimat ini adalah untuk mempersiapkan generasi terbaik mulai dari hulunnya yakni keluarga, dari keluarga yang berkualitas maka akan lahir generasi yang unggul dan siap mewarnai melentingnya peradaban Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Mas Pj sapaan akrab Pj Wali Kota Mojokerto melanjutkan bahwa secara resource dalam ajang lomba Kampung KB Nasional ini Kota Mojokerto sudah masuk nominasi 3 besar bersaing dengan dari Jakarta dan Depok, semoga berpeluang besar untuk menjadi juara I secara nasional.
Munawar Asikin Ketua Tim verifikasi faktual lomba kampung KB nasional menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya di Kota Mojokerto adalah menjalankan Undang-Undang 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan pembangunan keluarga serta Perpres 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.
Munawar Asikin menjelaskan Kota Mojokerto merupakan salah satu peserta terbaik yang diunggulkan dari kurang lebih 20 peserta lomba Kampung KB se- Indonesia, ia memaparkan dari kurang lebih 20 peserta nanti akan diambil 6 terbaik secara nasional.
“Kami hari ini datang dengan tujuan menilai langsung di lapangan mengenai penerapan dari inovasi yang telah kami pelajari dari dokumen yang disodorkan perihal 10 poin inovasi yang sidah dijalankan, semua poin-poin yang kami nilai itu bagus semua contoh inovasi mengenai program-program pengendalian bina keluarga balita, remaja, ibu hamil dan lansia itu bagus semua,” ungkapnya.
Masih kata Munawar Asikin, Kota Mojokerto ini punya komitmen tinggi mengenai pembangunan pembinaan kependudukan mulai dari lingkup terkecil yakni keluarga, terbukti seluruh kelurahan di wilayah kota Mojokerto ini sudah 100% menjalankan program kampung berkualitas.
“Saya berpesan bahwa jangan sampai muncul balita stunting baru, Pemerintah Daerah harus ikut berperan memberikan pemahaman kepada remaja atau calon-calon pengantin ini mengenai stunting dan cara menanggulanginya, calon pengantinnya sehat tidak anemia Insya Allah akan melahirkan anak yang sehat dan tidak stunting,” tuturnya.
Masih lanjut Munawar Asikin menambahkan rencana tindak lanjut yanh menjadi atensi bagi Kota Mojokerto ini punya tantangan menyelesaikan masih ada 1,98% (116) balita stunting, harusnya dalam 6 bulan kedepan sudah tuntas dan tidak ada lagi balita stunting terjadi di Kota Mojokerto.
“Saat sudah tidak ada lagi Balita Stunting di Kota Mojokerto, disitulah sejatinya makna juara dalam ajang lomba kampung berkualitas ini,” pungkasnya. (Alief)
