
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Grand Opening Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Batik Maja Bharama Wastra di Kota Mojokerto, Rabu (7/2/2024) pagi.
Sentra IKM Batik Kota Mojokerto Maja Bharama Wastra yang berarti Kain Indah dari Majapahit ini berdiri di atas tanah seluas 5.363 meter persegi dengan luas bangunan 2.700 meter persegi dan terdiri dari 2 lantai.
Latar belakang pembangunan sentra IKM batik ini karena dari 30 IKM batik hanya 1 yang memiliki IPAL sesuai standar, sehingga tidak semua teknik pewarnaan bisa dilakukan dengan baik.
Sedangkan, pembangunan IPAL di IKM batik terkendala luas workshop produksi dan biaya. Padahal, permintaan besar namun kapasitas produksi IKM batik terbatas karena sarana prasarana tidak memadai.
Sentra IKM batik ini dengan gapura khas Majapahit dan pagar keliling tentu saja membuat kenyamanan pengunjung. Apalagi di fasilitas IKM ini ada pendopo, tempat untuk menjemur kain batik, musala, dan kantin.
Untuk menjaga aktivitas bekerja dengan baik tanpa adanya gangguan padamnya lampu, juga disiapkan genset.
Lantai 1 terdiri dari beberapa ruangan, mulai dari lobi untuk menerima tamu, ruang desain dan prototype batik, ruang daur ulang dan IPAL yang digunakan untuk pengolahan malam bekas dan limbah.
Selain itu, ada ruang pembuatan canting cap, ruang produksi (lorod), ruang pemotretan produk, galeri dan ruang promosi, gudang bahan baku, kantin dan musala.
Sementara itu, lantai 2 terdiri dari ruang pengelola untuk pegawai pengelola sentra IKM batik, aula sebagai ruang pertemuan dengan luas 8,5 x 20 meter persegi, ruang rapat dan pelatihan, ruang jemur batik, ruang setrika dan packaging serta ruang laktasi.
Di dalam sentra IKM batik ini ada beberapa jasa yang difasilitasi, yakni jasa desain dan prototype, jasa daur ulang dan IPAL, jasa pembuatan canting cap, jasa penggunaan sarpras produksi, sewa kantin, jasa pelatihan batik, dan jasa pemotretan produk.
Pembangunan sentra IKM batik ini melalui lelang yang dimenangkan oleh PT Wiratama Graha Raharja dengan nilai Rp 14.674.260.800. Sedangkan untuk konsultan pengawasan pembangunan sentra IKM batik dimenangkan oleh PT Concept Design Architect dengan nilai kontrak Rp 175.091.000. Di sisi lain, pembangunan sarana dan prasarana sentra IKM batik ini mempunyai 25 kontrak dengan nilai Rp 2.353.194.300.
Harapannya, di dalam sentra IKM batik ini dapat terbentuk UPT Layanan Industri pada tahun 2024. Yang kemudian, di tahun 2025 ada kajian dan usulan pembentukan UPTD Layanan Industri Batik sehingga mulai dilakukan uji coba pada tahun 2026. Pada tahun 2027, ketika UPTD Layanan Industri Batik telah melalui uji coba, bisa mulai dikenakan sewa yang tentu saja akan menambah pendapatan asli daerah (PAD). (*)
