Keberadaan PT Buana Multi Teknik Dinilai Ancam Situs Trowulan

Avatar of Jurnalis: Ano
IMG 20231019 WA0066
Bangunan PT Buana Multi Teknik yang berada di wilayah cagar budaya nasional Situs Trowulan. (Andi/KabarTerdepan.com)

Mojokerto, KabarTerdepan.com – Berdirinya bangunan gudang atau pabrik skala besar maupun kecil, di daerah Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dinilai mengancam Situs Trowulan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Salah satu bangunan yang baru berdiri, yakni PT Buana Multi Teknik (BMT). Perusahaan ini berdiri di wilayah cagar budaya nasional Situs Trowulan yang juga sudah didaftarkan di UNESCO.

Hariyanto, sekretaris Punokawan Indonesia dengan lembaga yang peduli dengan sejarah, akan membuat petisi agar pemerintah daerah tidak mengeluarkan izin, bila sudah telanjur meminta untuk pembekuan izin.

“Setelah kami cermati, memang ada perusahaan baru berdiri di wilayah cagar budaya nasional yaitu situs Trowulan, untuk itu pemerintah harus mengkaji ulang soal izin” terangnya. Kamis (19/10/2023).

Untuk itu, Punokawan Indonesia melayangkan surat ke perusahaan maupun ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur.

“Kami sudah melayangkan surat audiensi ke perusahaan dan BPK Wilayah XI Jawa Timur tapi belum ada balasan,” papar Hari

Mengenai rencana lainnya, Hari tidak mau menjabarkan lantaran masih menunggu hasil dari audiensi.

“Nanti saja, kami juga menunggu audiensi. Hasil dari audiensi kami kaji dengan tim. Sebagai catatan Situs Trowulan itu merupakan cagar budaya nasional, jadi siapa saja boleh berperan serta untuk menjaga atau peduli situs Trowulan,” paparnya.

Terpisah, pegawai PT BMT menjelaskan bahwa surat audiensi sudah dilayangkan.”Surat undangan audiensi kami kirimkan via expedisi,” tegasnya ketika dihubungi via aplikasi WhatsApp. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page