
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Ada pemandangan menarik di lereng Gunung Welirang, Jumat (28/02/2026) malam. Di tengah suasana tenang bulan suci Ramadan, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep bersama rombongan pengurus pusat mendatangi kediaman ulama kharismatik, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, ini bukan sekadar mampir. Kedatangan mereka membawa misi khusus, melakukan “cas jasmani dan rohani” di hadapan salah satu tokoh ulama paling berpengaruh di Jawa Timur tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Kaesang juga menyampaikan pesan khusus ayahnya yang juga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
“Tadi waktu perjalanan ke sini, Bapak (Jokowi) menelepon saya dan titip salam untuk Pak Kiai.” kata Kaesang menyampaikan pesan Presiden Ke-7, Joko. Widodo.
Bukan Politik Praktis, Tapi “Sowan” Guru

Ahmad Ali menegaskan bahwa safari kali ini jauh dari hiruk-pikuk kampanye atau konsolidasi struktur partai. Justru, PSI sengaja “mengistirahatkan” mesin politik mereka demi mendengar petuah dari Kiai Asep.
”Bulan puasa ini kami meninggalkan semua kegiatan struktur partai. Kami lebih banyak silaturahmi ke kyai untuk mengecas jasmani dulu,” ungkap Ahmad Ali di sela-sela pertemuan yang berlangsung hangat tersebut.
Pernyataan Tegas: Pesantren Bukan Alat Politik!
Hal yang paling mencuri perhatian adalah pernyataan Ali mengenai hubungan antara politik dan lembaga agama. Di tengah tren politisasi agama yang sering muncul, Ahmad Ali memberikan pernyataan yang cukup keras dan berani.
Ia menegaskan bahwa bagi PSI, menghormati ulama adalah kewajiban mutlak, namun memanfaatkannya untuk kepentingan kursi adalah sebuah kesalahan besar.
Poin Utama Komitmen PSI
- Mengharamkan pesantren dijadikan alat meraih kekuasaan.
- Menjadikan ulama sebagai guru dan penasihat, bukan pengumpul suara.
- Membangun dialog seimbang antara nilai keagamaan dan kepentingan kebangsaan.
Semangat Baru Pasca Ramadan
Setelah menempuh perjalanan dari Probolinggo dan berakhir di Pacet, rombongan PSI berharap wejangan dari Kiai Asep dapat menjadi modal spiritual. Harapannya, setelah Lebaran nanti, mereka bisa kembali terjun ke dunia politik dengan “energi” yang lebih bersih dan terkontrol.
Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa komunikasi antara kaum nasionalis muda dan tokoh pesantren tetap harmonis, asalkan tetap menjaga batasan etika dan marwah institusi pendidikan agama.
Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kaesang Pangarep melakukan Safari Ramadan dengan melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Qadim, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Kedatangan putra bungsu Presiden ke-7 RI tersebut disambut langsung oleh pengasuh pesantren, KH Abdul Hadi Noer, bersama para ulama serta kiai setempat dalam suasana hangat menjelang waktu berbuka puasa.
Momentum kebersamaan semakin terasa ketika Kaesang berbuka puasa bersama keluarga besar pesantren. Pimpinan ponpes secara khusus menyuguhkan hidangan sate sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan kebersamaan kepada rombongan PSI yang hadir.
KH Abdul Hadi Noer menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut sekaligus berharap silaturahmi yang terjalin dapat membawa keberkahan di bulan suci Ramadan, meskipun persiapan penyambutan dilakukan secara sederhana.
“Alhamdulillah, beliau sudah berbuka di sini. Saya siapkan sate supaya beliau semangat dan hangat. Mohon maaf apabila persiapan kami kurang matang,” ujar KH Abdul Hadi Noer.
Sementara itu, Kaesang menyampaikan apresiasi atas penerimaan hangat dari jajaran pengasuh dan santri Ponpes Nurul Qadim. Ia menilai kunjungan ke lingkungan pesantren menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan antara partai politik dengan kalangan ulama dan masyarakat pesantren.
“Terima kasih, Pak Kiai. Kami dari Partai Solidaritas Indonesia telah diterima di Pesantren Nurul Qadim. Terima kasih atas sambutannya yang sangat luar biasa untuk kami,” kata Kaesang.
Dalam agenda tersebut, Kaesang turut didampingi Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali bersama sejumlah pengurus pusat serta jajaran pengurus PSI wilayah Jawa Timur.
Kegiatan Safari Ramadan ini merupakan program nasional yang dilaksanakan serentak oleh struktur Partai Solidaritas Indonesia di berbagai daerah. Mulai dari tingkat DPP, DPW hingga DPD, kader PSI melakukan kunjungan dan silaturahmi ke pondok pesantren di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan komunikasi sosial dan keagamaan selama bulan Ramadan.
