Kepala Bapenda Mojokerto dan BI Jatim Soroti Surplus PAD serta Strategi Digitalisasi di High Level Meeting ETPD

Avatar of Redaksi
Kepala Bapenda
Kepala BAPENDA Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah, S.E., M.M. (Rio/kabarterdepan.com)

Mojokerto, KabarTerdepan.com – Dalam upaya mempercepat transformasi digital keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan High Level Meeting Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di ballroom Hotel Aston Mojokerto.

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas realisasi keuangan daerah tahun 2025 serta langkah-langkah penguatan elektronifikasi transaksi pemerintahan di masa mendatang.

Kepala BAPENDA Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah, S.E., M.M., mempresentasikan pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 18 Desember 2025.

Realisasi PAD telah mencapai Rp861,2 miliar dari target Rp841,74 miliar atau setara 102,3%, menghasilkan surplus Rp19,46 miliar. Untuk pajak daerah sendiri, realisasi berada di angka Rp500,21 miliar dari target Rp511,56 miliar atau 97,81%.

“Dengan masih tersisanya sekitar 6 hari kerja sebelum masa cuti bersama akhir tahun, kami yakin angka ini masih bisa ditingkatkan lebih tinggi lagi,” ujar Nurul Istiqomah.

Kepala Bapenda Beri Apresiasi

Nurul Istiqomah juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak berprestasi, antara lain 5 perangkat daerah terbaik dalam championship ETPD serta 3 perangkat daerah dengan realisasi retribusi tertinggi.

Ia menekankan bahwa elektronifikasi transaksi pemerintahan daerah (ETPD) merupakan langkah krusial untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas tata kelola keuangan melalui ekspansi kanal pembayaran non-tunai.

Indeks ETPD Kabupaten Mojokerto saat ini berada di level 98,3% atau kategori tinggi, menunjukkan kemajuan signifikan dibanding periode sebelumnya. Realisasi transaksi non-tunai dari Januari hingga Oktober 2025 telah mencapai Rp107,59 miliar.

Kemudian, Nurul Istiqomah membeberkan strategi persiapan menghadapi Championship TP2DD tahun depan, meliputi peningkatan literasi masyarakat terhadap transaksi digital, kolaborasi lintas instansi yang lebih intensif, promosi masif pembayaran pajak dan retribusi secara elektronik, serta penjadwalan High Level Meeting minimal 6 kali dalam setahun di bawah pimpinan kepala daerah.

“TP2DD memegang peran sentral sebagai katalisator keberhasilan implementasi elektronifikasi di tingkat daerah,” ujar Kepala Bapenda.

WhatsApp Image 2025 12 18 at 8.36.04 PM
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ridzky Prihadi

Berikutnya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ridzky Prihadi, menggarisbawahi peran digitalisasi sebagai pondasi kokoh bagi stabilitas ekonomi daerah serta peningkatan pendapatan melalui mekanisme transaksi non-tunai. Ia memberikan apresiasi atas prestasi Kabupaten Mojokerto yang berhasil meraih peringkat 2 TP2DD terbaik kabupaten/kota se-Jawa Timur pada evaluasi tahun 2024.

“Kami berharap tahun depan prestasi ini bisa dipertahankan dan bahkan ditingkatkan,” ujar Ridzky Prihadi.

Ridzky Prihadi turut menekankan bahwa Provinsi Jawa Timur meraih predikat provinsi dengan capaian TP2DD terbaik secara nasional berkat kolaborasi solid antara pemerintah daerah, Bank Jatim selaku bank RKUD, dan berbagai program inovatif. Ia mengajak seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur untuk terus meningkatkan penetrasi transaksi digital demi terwujudnya integrasi ekonomi yang lebih inklusif dan merata.

Melalui pertemuan ini, semua pihak diajak untuk terus aktif berpartisipasi dalam program digitalisasi daerah serta menjaga semangat tinggi menyongsong tahun depan, agar elektronifikasi transaksi pemerintahan semakin masif, sehingga keuangan daerah lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. (Rio)

Responsive Images

You cannot copy content of this page