Sambel Pecel Bu Luthfi, Sensasi Mete Premium dari Kabupaten Mojokerto

Avatar of Redaksi
Luthfi, pelaku UMKM produk 'Sambel Pecel Bu Luthfi'. (Innka/Kabarterdepan.com)
Luthfi, pelaku UMKM produk ‘Sambel Pecel Bu Luthfi’. (Innka/Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – ‘Sambel Pecel Bu Luthfi’ menghadirkan sensasi mete premium dari Dlanggu, Kabupaten Mojokerto yang kini menarik perhatian pencinta kuliner nusantara.

Produk ini tampil berbeda karena memadukan kacang tanah dengan kacang mete, menciptakan rasa gurih yang lebih lembut dan berkelas.

‘Sambel Pecel Bu Luthfi’ lahir dari pengalaman panjang pemiliknya yang menekuni usaha pecel khas Jawa Timur selama satu dekade di Yogyakarta.

Pengalaman tersebut menjadi bekal kuat untuk menghadirkan sambal pecel bercita rasa konsisten dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Alhamdulillah sambel pecel laris sekali dan sering dibawa ke luar negeri, akhirnya setelah kembali ke Mojokerto saya terinspirasi membuat versi kemasan agar lebih mudah dipasarkan,” kata Ramona Indriyasanti, ibunda Luthfi.

Ia juga menyampaikan bahwa pemasaran awal dilakukan melalui media sosial Facebook dengan menjaga konsistensi produksi.

Penjualan Sambel Pecel Bu Luthfi Tembus Mancanegara

WhatsApp Image 2025 12 15 at 9.51.53 AM 1

Peminat ‘Sambel Pecel Bu Luthfi’ tidak hanya datang dari wilayah Jawa, tetapi juga dari luar pulau hingga mancanegara seperti Hong Kong dan lainnya. Hal ini menunjukkan produk lokal Kabupaten Mojokerto mampu bersaing dan diminati pasar internasional.

“Awalnya hanya ada sambel pecel original, lalu saya titipkan ke dinas dan ternyata disambut baik karena rasanya cocok untuk banyak kalangan,” ujar Ramona. Dukungan tersebut menjadi dorongan kuat untuk mengembangkan variasi produk.

Setelah ‘sambel pecel’ original dikenal luas, Ramona Indriyasanti mulai menghadirkan ‘sambel pecel’ campuran kacang mete, ‘sambel rujak mete’, aneka sambal lainnya, hingga makanan ringan kacang telur. Inovasi ini dilakukan untuk menjangkau selera konsumen yang lebih beragam.

“Harga sambel pecel original dua puluh ribu rupiah, sambel pecel campuran kacang mete dua puluh empat ribu rupiah, sambel rujak dua puluh lima ribu rupiah, sambel matang dua puluh lima ribu rupiah per seratus gram, dan kacang telur lima belas ribu rupiah,” ujarnya. Penetapan harga tersebut disesuaikan dengan kualitas bahan dan proses produksi.

Keputusan memilih campuran kacang mete bukan tanpa alasan, karena Ramona Indriyasanti ingin menghadirkan pembeda yang kuat di tengah banyaknya produk sejenis. Konsep ‘sambel pecel’ sehat menjadi nilai utama yang terus diangkat.

“Sejak awal saya tidak menggunakan minyak, jadi sambel pecel lebih sehat dan non kolesterol, serta sudah melalui uji nutrisi,” kata Ramona.

Ia menambahkan bahwa perpaduan kacang tanah dan kacang mete menghasilkan tekstur lebih lembut, rasa lebih krimi, dan kesan premium yang menjadi ciri khas produknya.

Melalui ‘Sambel Pecel Bu Luthfi’, potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan daya saingnya.

Inovasi, konsistensi, dan keberanian menghadirkan pembeda menjadi kunci produk lokal ini terus berkembang dan diminati pasar luas. (Innka)

Responsive Images

You cannot copy content of this page