
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Lapangan Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dipenuhi warga dari Kecamatan Jetis dan sekitarnya, sebanyak 2049 peserta mendaftar dalam kegiatan Senam Sehat “Generasi Sehat Masa Depan Hebat” untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61.
Selain senam pagi yang meriah, layanan cek kesehatan gratis juga menjadi alasan peserta ikut berpartisipasi.
Antusiasme Warga Tinggi, Cek Kesehatan Gratis Jadi Magnet Utama Acara
“Acara yang sangat seru dan jarang juga acaranya. Senam pagi ini bisa membuat badan jadi sehat dan cukup seru aja sih untuk kegiatannya,” ujar Dandi, salah satu peserta asal Desa Sidorejo.
Dandi berharap ke depan selalu ada cek kesehatan gratis seperti hari ini. Menurutnya, layanan ini sangat membantu masyarakat, mulai dari ibu hamil, stunting anak, hingga lansia.
Pemeriksaan gratis yang disediakan meliputi ibu hamil berisiko tinggi, balita gizi buruk, cek dan skrining TBC, kesehatan lansia, kesehatan mata lengkap dengan tes gula darah, tensi, tinggi badan, berat badan, serta konsultasi dokter tanpa dipungut biaya. Ada pula layanan donor darah yang ramai diikuti warga muda.
Bagi Aisyah, tes kesehatan gratis jauh lebih penting daripada senamnya sendiri. Ia datang khusus demi cek tensi dan gula darah.
“Di puskesmas harus antre panjang, jamnya terbatas, harus daftar dulu, baru diperiksa kalau ada keluhan. Di sini langsung bisa, gratis lagi. Saya ibu rumah tangga sekaligus jualan, waktunya sempit. Program begini sangat membantu sekali, semoga sering diadakan,” ungkap Aisyah.
Layanan kesehatan lansia juga ramai dikunjungi. Banyak lansia mengeluhkan sulitnya berkonsultasi online karena tidak paham teknologi.
“Usia tua sering sakit-sakitan karena dulu cuek sama kesehatan. Sekarang susah ke dokter kalau harus pakai HP. Di sini langsung dicek, dikasih solusi, enak jadinya mas,” ujar Siti.
Sementara stan donor darah tak pernah sepi. Stok darah di PMI selalu kritis, apalagi saat musim hujan rawan demam berdarah.
Setiap kantong darah yang didonorkan bisa menyelamatkan nyawa ibu melahirkan, korban kecelakaan, atau pasien talasemia yang rutin butuh transfusi.
Kegiatan yang didukung dana kesehatan desa dan pemerintah ini berhasil menggabungkan olahraga ringan dengan layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan warga. Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa program seperti ini layak dilaksanakan secara rutin di tingkat desa. (Innka)
