
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kegiatan Gerak Jalan Mojokerto Surabaya menjadi sorotan masyarakat karena dianggap kurang meriah dibanding tahun sebelumnya.
Gelaran tahunan yang digelar Sabtu (15/11/2025) itu biasanya selalu dinanti warga, terlebih karena menjadi bagian dari peringatan Hari Pahlawan.
Kesiapan Event Gerak Jalan Mojokerto Surabaya 2025 Tuai Kritik
Antusiasme warga terlihat menurun karena sejumlah perubahan yang dinilai terlalu mendadak. Banyak masyarakat menilai bahwa suasana tahun ini tidak semeriah edisi sebelumnya, sehingga memunculkan berbagai tanggapan di lapangan maupun di media sosial.
Salah satu masyarakat, Yuli, menyampaikan kekecewaannya secara langsung.
“Saya agak kecewa karena acara ini terlalu mendadak, lalu juga saya lihat tidak seramai dulu,” ujar Yuli saat diwawancarai.
@surabayapunyainfo Gelombang kekecewaan datang dari masyarakat dan peserta Gerak Jalan Mojokerto–Suroboyo (MojoSuro) 2025 setelah serangkaian perubahan mendadak diumumkan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur. Event tahunan yang biasanya disambut antusias itu kini menuai kritik karena dianggap disiapkan secara terburu-buru atau “mepet”. Sejumlah warga menilai penyelenggaraan kali ini kurang matang. Bahkan ada yang mempertanyakan, “Ini sekelas Pemprov loh, kok kayak gini nggak siap?” Beberapa komentar warganet juga menyinggung bahwa pelaksanaannya terasa seperti “model dadakan kayak tahu bulat”. Kekecewaan semakin memuncak setelah jadwal pemberangkatan peserta yang semula diumumkan pukul 13.00 WIB, tiba-tiba dimajukan menjadi pukul 11.00 WIB. Perubahan mendadak ini membuat banyak peserta harus menyesuaikan ulang jadwal keberangkatan mereka. Tidak hanya jadwal, rute resmi MojoSuro 2025 juga berubah H-1 jelang pelaksanaan pada 15 November 2025. Rute yang awalnya melalui kawasan Trosobo kini dialihkan ke Driyorejo. Keputusan ini disebut diambil karena adanya proyek pelebaran jembatan dan perbaikan jalan di area flyover Trosobo. Namun, perubahan rute ini justru menimbulkan reaksi keras dari peserta. Mereka menilai jalur baru terlalu jauh, padat kendaraan berat, dan rawan dilalui truk-truk besar. “Muternya kejauhan. Driyorejo itu jalur truk, lebih bahaya,” ujar salah satu peserta. Bahkan ada peserta lain yang menyarankan agar tetap memakai jalur lama dengan komentar, “Loh, mending lewat trosobo sekalian, jalur lawas.” Berbagai respons tersebut menunjukkan bahwa masyarakat berharap penyelenggaraan event sebesar MojoSuro dilakukan dengan perencanaan yang lebih matang, transparan, dan tidak berubah-ubah mendekati hari pelaksanaan. #MojoSuro2025 #GerakJalanMojokertoSurabaya #GMS2025 #DisporaJatim #EventJawaTimur
Sebagian warga lain mengungkapkan pendapat melalui media sosial. Dalam sebuah komentar di akun Tiktok @DimasCakil, ia menyoroti perubahan teknis yang dianggap mendadak.
“Pendaftaran dibuka mendadak, rute diubah mendadak, jam mulai juga diubah mendadak jadi semua serba diubah mendadak seperti tahu bulat,” ujar Dimas.
Keluhan serupa diutarakan oleh pengguna Tiktok lain, @Wong Asor, yang menilai panitia kurang matang dalam menyusun jadwal acara.
“Panitia membuat jadwal sesuka hati, memang kurang dua minggu jadwal disebarkan jadi jelas sangat mepet waktunya,” ujar Wong Asor.
Beberapa komentar juga menyinggung soal perbandingan dengan penyelenggaraan di masa lalu yang dinilai lebih megah dan membanggakan. Dalam komentarnya, @Farida Rokhim menyampaikan kerinduannya terhadap suasana lama yang lebih meriah.

“Rasa antusiasnya berbeda sekali dengan zaman dahulu. Dahulu sangat menyenangkan karena gerak jalan ini kebanggaan Jawa Timur, khususnya Mojokerto. Dahulu peserta dari seluruh Indonesia, ada artis ibu kota juga dan menjadi acara paling dinanti setiap tahun, sekarang hanya seperti ini saja,” ujar Farida.
Komentar lain datang dari akun @Yumjicha yang turut menegaskan perubahan suasana sejak tidak adanya penampilan artis pendukung.
“Iya dahulu ada artis ibu kotanya,” ujar Yumjicha.
Meski banyak kritik, kegiatan tahun ini tetap berlangsung dengan persaingan ketat antar peserta.
Panitia menyediakan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah mencakup hadiah utama, hadiah kategori beregu, serta penghargaan khusus bagi peserta dengan penampilan terbaik.
Hadiah besar tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali minat masyarakat pada penyelenggaraan tahun berikutnya.
Masyarakat berharap agar Gerak Jalan Mojokerto Surabaya kembali digelar dengan persiapan yang lebih matang.
Dengan penataan yang lebih baik, warga optimistis kegiatan ini dapat kembali menjadi kebanggaan Mojokerto dan tetap menjadi salah satu tradisi penting dalam memperingati Hari Pahlawan. (Innka)
