Operasi Zebra Semeru 2025 Jombang Dimulai, Berikut 8 Sasaran Prioritas Pelanggaran

Avatar of Redaksi
Operasi Zebra Semeru 2025 polres jombang
Anggota Satlantas Polres Jombang saat membagikan brosur dan helm kepada para pengendara. (Karimatul Maslahah/Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Operasi Zebra Semeru 2025 resmi dimulai di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Operasi yang digelar mulai 17 November hingga 30 November ini menyasar delapan jenis pelanggaran prioritas yang dinilai paling sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas di wilayah Jombang.

Di hari pertama pelaksanaan, Satlantas Polres Jombang menggelar kampanye tertib berlalu lintas di Perempatan Jalan KH Wahid Hasyim, Taman Kebon Rojo.

Petugas membagikan brosur, cokelat sebagai reward bagi pengendara tertib, hingga memberikan helm bagi mereka yang menggunakan helm rusak.

“Kita memberikan brosur dan reward coklat kepada pengendara tertib, apabila pengendara helmnya rusak, kita berikan helm,” ujar Kasatlantas Polres Jombang, Iptu Rita Puspita Sari.

Rita menjelaskan bahwa operasi tahun ini mengedepankan edukasi dan pencegahan, namun tetap disertai penindakan apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi menyebabkan fatalitas.

“Operasi Zebra Semeru 2025 terdiri dari 40 persen preemtif, 40 persen preventif, dan 20 persen represif. Penindakan dilakukan melalui ETLE, dan tilang manual diterapkan apabila pelanggaran mengakibatkan fatalitas laka lantas,” terangnya.

Sasaran Prioritas Operasi Zebra Semeru 2025 Polres Jombang

Berikut 8 sasaran prioritas Operasi Zebra Semeru 2025 di Jombang:

  1. Pengendara tidak memakai helm SNI.
  2. Tidak mengenakan safety belt bagi pengemudi mobil.
  3. Membonceng lebih dari satu orang pada sepeda motor.
  4. Pengendara di bawah umur.
  5. Pengendara dalam pengaruh alkohol.
  6. Menggunakan ponsel saat berkendara.
  7. Melawan arus.
  8. Kendaraan roda empat over load dan over dimensi (ODOL)

Iptu Rita menegaskan bahwa penindakan dilakukan secara hunting dan patroli menggunakan mobil ETLE. Pihaknya berharap operasi ini mampu menekan angka pelanggaran serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

“Melalui operasi ini, kami ingin mengajak masyarakat lebih disiplin di jalan raya agar kecelakaan bisa ditekan,” pungkasnya. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page