Wujudkan Zero Stunting dan Generasi Emas 2045, Program Gelora Cinta Kembali Diadakan Pemkab Mojokerto

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 07 16 at 1.47.33 PM
Program Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus menggalakkan program Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta) dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyangatra).

Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menekan angka stunting, sehingga mampu mewujudkan zero stunting dan generasi emas 2045 di Bumi Majapahit.

Program Gelora Cinta dan Satyangatra yang diprakarsai oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Perlindungan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto itu, kali ini diadakan di Balai desa Mojoranu, Senin (15/7/2024).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ikfina mengajak para peserta untuk berdialog dan konseling seputar kesehatan keluarga guna mewujudkan keluarga sejahtera yang senantiasa menjaga kesehatan, terutama kesehatan anak.

Dijelaskan Ikfina, alasan utama Pemkab Mojokerto sangat menekan angka stunting karena dampak stunting bisa mempengaruhi kecerdasan anak di bawah rata-rata.

“Bagi orang tua yang memiliki anak balita, jangan sampai terjerumus dalam status stunting yang berpengaruh terhadap perkembangan otak, sebab jika bayi-bayi lahir dalam kondisi stunting, maka dapat berisiko mengurangi kecerdasan hingga 20% di bawah standar,” tutur Ikfina di hadapan ibu balita, ibu hamil dan ibu usia subur Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto itu menambahkan, salah satu upaya untuk mencegah bayi tidak stunting, yakni memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan.

“Bayi yang baru lahir harus diberi ASI eksklusif sampai usia 6 bulan, baru diberi makanan pendamping ASI sampai usia 2 tahun,” ujarnya.

Bupati yang sempat berprofesi sebagai dokter itu juga mengimbau, agar ibu hamil tidak melahirkan bayi prematur. Sebab, bayi prematur memiliki berat badan di bawah normal yang dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan.

Bupati Ikfina mengimbau agar calon ibu sejak remaja tidak mengalami kekurangan gizi terutama zat besi, hal ini dapat ditandai dengan lingkar lengan wanita yang minimal harus berukuran 23,5 cm.

“Kelahiran bayi stunting sebenarnya bisa dicegah semaksimal mungkin, bahkan sejak masih remaja dengan zat besi yang mencukupi supaya tidak kekurangan darah, semuanya memang harus kita awasi sejak dini, bahkan pengantin perempuan, disyaratkan agar lingkar lengan tidak boleh kurang dari 23,5 cm,” tandasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page