
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan bahwa balita tidak disarankan mengonsumsi MSG karena akan mempengaruhi indra perasa pada balita.
Hal ini ia sampaikan dalam agenda Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta) dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyangatra) di Kantor Desa Banjartanggul, Rabu (22/5/2024) pagi.
Program yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Perlindungan Perempuan (DP2KBP2) ini bertujuan untuk mewujudkan keluarga sejahtera dan senantiasa menjaga kesehatannya.
“Balita tidak boleh mengonsumsi MSG karena biarkan dia merasakan rasa alami terlebih dahulu, biarkan dia menikmati rasa ASI ibunya,” ucap Bupati Ikfina di hadapan ibu balita dan ibu usia pinggiran kota di Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Selain itu, Bupati Ikfina juga mengatakan, terkait dengan porsi makan pada anak, apabila sudah berusia satu tahun, maka perlu adanya zat pembuat dalam makanannya.
Setiap kali makan harus ada zat pembangun dari hewani, salah satunya telur, ayam, daging, ikan, atau susu. Jadi kalau anak sudah satu tahun porsi nasinya setengah dari orang dewasa, jadi porsi kita itu 100 gram sekali makan nasinya atau setara dengan 10 sendok makan.Jadi kalau anak diberikan setengahnya 5 sendok makan,” ujarnya.
Bupati yang berprofesi sebagai dokter itu juga mengimbau agar orang tua terutama para ibu dapat membiasakan makan bersama dengan anaknya.
“Biasakan makan bersama kalau anaknya sudah 1 tahun ke atas, karena anak ini akan meniru orang tuanya. Jadi kalau mau anaknya benar maka orang tuanya harus benar, jadi orang tua itu menjadi contoh,” tuturnya.
Ia juga mengajak para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak terutama di bawah usia 2 tahun terkontaminasi oleh gadget.
“Sebetulnya anak 2 tahun pertama jangan dikenalkan dengan gadget, jadi ibu harus punya nilai tawar atau matikan saja gadgetnya. Jadi kita sebagai orang tua kita harus berhati-hati dengan gadget. Jadi kalau makan, gadgetnya disimpan,” ucapnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini juga menyampaikan agar para ibu selalu memperhatikan balitanya agar tidak terjadi stunting, karena hal tersebut akan berdampak pada tingkat kecerdasan pada balita.
“Tapi saya minta tolong, masa balita ini adalah masa yang sangat penting karena otak balita atau manusia itu selesai pembentukannya saat anak berusia 5 tahun, itulah kenapa balita tidak boleh stunting. Karena kalau balita stunting, ketika dewasa nanti kecerdasannya akan menurun 20% di bawah standar. Maka itu harus diperjuangkan, waktu yang dimiliki ibu-ibu sampai anak usia 5 tahun, kalau sudah 5 tahun selesai,” tutupnya.
Diketahui, dalam kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, jajaran Forkopimca Pungging, Kepala Puskesmas Pungging, Kepala Desa Banjartanggul serta Ketua Tim Penggerak PKK Banjartanggul. (*)
