
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Polres Mojokerto Kota melalui Satlantas mengadakan razia lalu lintas dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2024 mulai 15 Juli hingga 28 Juli 2024 mendatang.
Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota AKP Sudirman mengatakan, Operasi Patuh yang diadakan selama 2 minggu ini merupakan program tertib lalu lintas dari Ditlantas Polda Jatim demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Sesuai programnya pak Presiden, kita akan menuju Indonesia Emas. Nah, Kepolisian mendukung terwujudnya Indonesia Emas itu dengan cara mengupayakan para pengendara dapat tertib berlalu lintas,” jelas AKP Sudirman kepada Kabarterdepan.com.
AKP Sudirman menambahkan, Operasi Patuh Semeru Semeru 2024 menyasar para pengendara yang melakukan 10 pelanggaran berikut ini. Yang pertama, pengendara motor berboncengan lebih dari 1 orang.
“Pengendara motor yang berboncengan lebih dari 1 orang, misalnya gonceng 3 dan seterusnya. Kedua, melebihi batas kecepatan. Kecepatan berkendara di jalan umum atau di tol tentunya beda. Apalagi di jalan-jalan perkampungan,” kata sosok yang akrab disapa Dirman.
Ketiga, lanjut Dirman, yakni apabila pengemudi roda 4 yang tidak memakai safety belt. Menurut Dirman, tidak mengenakan safety belt sangat mempengaruhi angka fatalitas kecelakaan, terutama di jalan tol.
“Kalau di jalan tol biasanya pengemudi kebut-kebutan, nah kalau terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan, bisa terjadi kecelakaan. Sopirnya sudah pakai sabuk pengaman, tapi penumpangnya ini bagaimana? Alhasil, yang kena tabrakan ya penumpangnya,” tegas Dirman.
Keempat, pengendara motor yang tidak menggunakan helm, maupun pengendara yang telah memakai helm tetapi tidak ber-SNI. Kelima, pengendara atau pengemudi yang menerobos lampu merah.
Ditambahkan AKP Dirman, pengendara motor yang memakai knalpot brong. Ketujuh, berkendara di bawah umur, melawan arus, pengemudi di bawah pengaruh alkohol, dan yang terakhir pengemudi yang menggunakan HP (smartphone) saat berkendara.
“Kalau menggunakan HP untuk kebutuhan pekerjaan, misalnya menjadi ojek online dan sebagainya, lebih baik ditaruh di dashboard. Jadi tidak mengganggu konsentrasi berkendara,” pungkasnya. (*)
