
Grobogan, kabarterdepan.com – Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Zulfikar A Tawalla, meninjau uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (17/12/2024).
Kedatangan Wamen Zulfikar, untuk melihat keterlibatan para mantan pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam program unggulan Presiden RI Prabowo Subiyanto yang dikabarkan akan mulai dilakukan Januari 2025 mendatang.
Dikatakan, upaya Presiden Prabowo Subianto untuk mencukupi gizi para pelajar adalah upaya kepastian jaminan di masa depan bagi generasi Indonesia. Langkah itu bertujuan mendongkrak kualitas gizi siswa-siswi atau generasi penerus mencapai Indonesia Emas tahun 2045.
Menurutnya, rentan waktu 20 tahun yang akan datang bukan waktu yang lama. Sehingga untuk mencapai tujuan Indonesia Emas harus sedini mungkin untuk di siapkan
“Ikhtiar mulai Presiden Prabowo untuk mencukupi angka kecupan gizi anak di Indonesia, demi kepastian adanya jaminan masa depan bagi generasi muda Indonesia,” kata Zulfikar.
Lebih lanjut, ia mengatakan pelibatan tersebut adalah untuk memberdayakan mantan PMI sehingga tetap eksis pasca pensiun dari pekerja migran. Sementara, dalam program tersebut, keterlibatan yang ada tergantung kesiapan masing-masing.
“Jika memang siap distribusi atau kontribusi dapur, maka para pekerja migran ini pun bisa mengambil peran masing-masing,” ujar Wamen.
Sehingga, dengan adanya kerjasama dan gotong-royong ini bisa sama-sama memberikan kontribusi sesuai standart yang sudah ditentukan oleh pemerintah Indonesia.
“Kami berharap langkah ini tepat untuk menjadi yang terbaik buat generasi emas 2045 mendatang,” tandasnya.
Selain itu, adanya pengawasan kwalitas, mantan PMI juga harus memerhatikan kualitas gizi dan kebersihan makanan. Sehingga para siswa yang memperoleh makanan gratis juga terpenuhi secara syarat gizi dan kwalitas makanan yang ada.

Wamen P2MI itu menjelaskan, dari 37 persen peserta pembagian makan gratis yakni SD MI, SD Wolo I, SD Wolo 2 dan SMP 1 adalah keluarga pekerja migran.
Oleh sebab itu 37 persen dari keluarga PMI ini diharapkan bisa melibatkan para pekerja migran yang sudah pensiun.
“Mari kita sukseskan demi masya4kat yabg hebat untuk generasi hebat membangun bangsa,” pungkasnya.
Sementara itu, BP3MI Jawa Tengah, Pujiono menejaskan, kedatangan Wamen Zulfikar di Grobogan, selain mensuport pemerintah dengan program gizi juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Balai Desa Wolo.
“Desa Wolo Kecamatan Penawangan menjadi pilihan utama kunjungan beliau , mengingat Desa Wolo sendiri mayoritas warga adalah PMI,” jelasnya.
“Setidaknya ada 300 pekerja migran dari Desa Wolo,” imbuh Pujiono. (Masrikin).
