Wali Kota Yogyakarta Gandeng UGM, Tangani Masalah Sampah hingga Food Bank

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250306 212903
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo nampak mendatangi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk berdiskusi dengan rektor UGM, Ova Emilia membahas berbagai kemungkinan penyelesaian masalah di Kota Yogyakarta, Kamis (6/3/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, Kabarterdepan — Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo berupaya untuk mencari solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di Kota Yogyakarta dalam 100 hari kerja.

Pada Kamis (6/3/2025) Hasto terlihat mendatangi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dengan sejumlah pejabat.

Pejabat kampus seperti Rektor UGM, Ova Emilia turut memberikan sambutan dengan hangat atas kedatangan Hasto.

Bersama dengan para tenaga ahlinya, mantan Kepala BKKBN tersebut menyampaikan persoalan seperti sampah, pengembangan kampung tematik, hingga rencana untuk menciptakan Food Bank.

Terkait sampah, Hasto menganggap UGM telah memberikan contoh terutama penggunaan teknologi dalam mengelola sampah.

“Kita ingin bekerjasama dengan bu rektor (Ova Emilia) terkait teknologi persampahan yang sudah diterapkan di UGM agar bisa kita terapkan di kota Yogyakarta sebagai pilot project,” katanya saat diwawancarai wartawan pada Kamis (6/3/2025).

Terutama untuk menyukseskan program 100 hari kerja, Hasto berupaya bergerak cepat menyelesaikan permasalahan sampah dari hulu dan membersihkan sampah dari seluruh depo. Hasto juga mendapatkan banyak masukan seperti pemanfaatan ember tumpuk guna menyelesaikan sampah dapur bisa selesai dengan efisien dari rumah.

“Kemudian komposting dan sampah organik karena ada bio enzim bisa untuk me reduce sampah organik secara cepat,”katanya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa Pemkot Jogja juga memiliki program one village one sister university. Program tersebut bertujuan untuk menjadikan kampung memiliki potensi masing-masing dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai Fakultas di Yogyakarta.

“Kita akan PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan prodi dan fakultas di UGM untuk mengisi tema tertentu di kampung dengan sebagai focus of interest human centered development,” katanya.

Selain itu, rencana untuk membuat food bank Juga ia paparkan kepada para pejabat kampus. Hasto yang mendapat bekal dari retreat menyampaikan jika Presiden Prabowo menginginkan setiap daerah memiliki lumbung pangan disukainya dengan membuat food bank.

Pemkot Jogja disebutnya bakal menerapkan food rescue yang secara konsep mirip dengan gagasan food bank terkait pemanfaatan makanan

Pihaknya mencoba untuk bekerjasama dengan hotel dan restoran meminta untuk bisa mengikhlaskan sebagian makanan berlebih yang bisa diberikan kepada orang yang kurang mampu. “Kami sudah menargetkan agar makan lebih bisa tersalurkan kepada janda tua, miskin, dan terlantar,” katanya.

Sementara itu, Rektor UGM, Ova Emilia menyampaikan pihaknya berupaya untuk berkontribusi terhadap permasalahan sampah di Kota Jogja. Ia menyampaikan jika masalah sampah merupakan masalah yang penting.

Melalui best practice yang sudah dilakukan pihaknya juga berupaya agar hal tersebut bisa diterapkan ke berbagai wilayah di DIY, terutama di Kota Jogja. Ia menyampaikan pihaknya sudah melakukan manajemen tersendiri terkait pengolahan sampah yang dilakukan baik dari mahasiswa hingga dosen.

“Kita sudah melakukan terkait sustainability kaitanya tematik sampah setahun terakhir tidak hanya di Jogja tapi seluruh wilayah Indonesia. Mahasiswa sudah kita bekali waste management dan mengajari di lapangan di desa-desa,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page