
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Sebuah fenomena sapi tak lazim tengah menjadi buah bibir di Dusun Dateng, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Seekor sapi jantan berusia 8 bulan bernama Apless mendadak viral dan menarik perhatian publik karena kebiasaannya yang sangat unik, yakni suka minum kopi dan nongkrong bareng warga layaknya manusia.
Apless: Sapi Istimewa Berbobot 300 Kg yang Jinak Sejak Lahir
Apless, sapi berbulu hitam legam dengan bobot sekitar 300 kilogram, bukanlah sapi biasa. Ia merupakan hasil persilangan antara jenis Angus dan PO (Peranakan Ongole) yang dipelihara di peternakan Berkah Wafa Farm. Sejak dilahirkan, Apless sudah menunjukkan sifat yang sangat jinak dan akrab dengan manusia.
Muhammad Zaini, salah satu perawat di peternakan tersebut, menceritakan keunikan Apless. “Seperti ada ikatan batin dengan orang-orang di sini,” ujar Zaini, Jumat (30/5/2025) sore. Kedekatan ini membuat Apless seringkali menghampiri warga yang sedang bersantai.
Bukan Rumput, Apless Minta Kopi dan Temani Nonton TV
Yang paling mencengangkan adalah kebiasaan minum kopi Apless. Sapi ini tidak mendekati warga untuk meminta rumput, melainkan untuk meminum kopi yang sedang diseruput.
“Biasanya dia itu kalau ada orang di pos suka mengganggu, dia minta kopi. Kadang juga nemenin nonton TV,” ungkap Zaini.
Tak hanya kopi, Apless juga memiliki selera unik lainnya, yaitu menyukai buah pisang dan susu cair. Kebiasaan minum kopi ini, menurut Zaini, sudah terlihat sejak Apless berusia sekitar 6 bulan.
“Hampir setiap hari, kalau karyawan minum kopi, Apless juga dibikinkan. Tapi tenang saja, nggak ada efek samping,” jelasnya.
Popularitas Meroket, Penawaran Harga Fantastis
Fenomena sapi unik Mojokerto ini membuat Apless semakin populer di lingkungan sekitar. Banyak warga yang datang khusus untuk menyaksikan langsung kebiasaan nongkrong sapi ini. Daya tarik Apless yang suka minum kopi dan berinteraksi dengan manusia telah menjadikannya hewan unik yang banyak dicari.
Popularitas Apless bahkan telah menarik minat pembeli dari luar daerah. Penawaran harga untuk sapi istimewa ini telah mencapai angka fantastis, mulai dari Rp35 juta hingga Rp40 juta. Meskipun demikian, pihak peternakan masih mempertimbangkan tawaran tersebut.
“Kalau ada yang mau mahal ya dijual saja,” tutup Zaini sambil tersenyum.
Kisah Apless ini menjadi bukti bahwa keunikan bisa datang dari mana saja, bahkan dari seekor sapi di Mojokerto. Dengan kebiasaan minum kopi dan nongkrongnya, Apless tidak hanya menghibur warga sekitar, tetapi juga berhasil menarik perhatian luas di dunia maya.
