
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Setelah hebohnya video yang menampilkan seorang kepala desa berjoget bersama penyanyi di Kantor Kecamatan Sooko, Mojokerto, kini Kades Tempuran akhirnya buka suara. Ia menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Kades Tempuran, Slamet menegaskan bahwa aksi joget tersebut bukan bagian dari acara resmi pemerintahan. Ia menyebutkan, joget itu terjadi spontan pada sesi ramah tamah usai rangkaian Perayaan Hari Besar Nasional (PHBN) di Kecamatan Sooko.
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, juga Pemerintah Kabupaten Mojokerto, karena sudah membuat gaduh. Joget itu murni luapan kegembiraan setelah acara resmi selesai, bukan untuk hura-hura apalagi foya-foya,” tegas Slamet, Kamis (26/9/2025).
Tidak Gunakan Anggaran Desa
Kades Tempuran juga meluruskan soal hadirnya grup electone yang terekam dalam video. Menurutnya, keberadaan electone di acara tersebut murni atas inisiatif para kepala desa se-Kecamatan Sooko, yang meminta bantuan kepadanya.
“Karena saya memang punya grup electone, akhirnya saya bawa. Itu pun tidak menggunakan anggaran desa maupun kepanitiaan kecamatan. Benar-benar sukarela dan tidak ada biaya, karena sejak awal memang tidak ada anggaran untuk itu,” jelasnya.
Kades Tempuran Janji Lebih Hati-hati
Kades Tempuran menyadari, apa yang sudah terlanjur viral menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat. Ia menyesali tindakannya yang dianggap mengurangi wibawa pemerintahan.
“Saya tentu berkewajiban menjaga marwah pemerintah, baik di desa, kecamatan, maupun kabupaten. Saya menyesal jika tindakan saya menimbulkan keresahan. Ke depan, saya akan lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas, baik formal maupun non-formal,” ujarnya.
Melalui klarifikasi ini, ia berharap masyarakat bisa memahami duduk persoalan sebenarnya dan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman.
