Truk Tangki Air Terjun ke Jurang Pacet, Sopir Selamat Meski Alami Luka

Truk
Kondisi truk tangki air usai terjun ke jurang di jalur turunan kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (17/11/2025) (Andy / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur turunan kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sebuah truk tangki air bernomor polisi M 8909 BB terjun ke jurang sedalam sekitar lima meter setelah mengalami gangguan pada sistem persneling, Senin (17/11/2025) pagi.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan sempat membuat panik pengendara yang melintas di jalur wisata tersebut.

Pengemudi truk, Ali Sueb (55) asal Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, berhasil selamat dalam peristiwa tersebut. Ia segera dievakuasi petugas menggunakan ambulans ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Saksi mata, Paidi menuturkan, sejak melaju di jalur menurun, truk terlihat tidak stabil dan berjalan dengan kecepatan sedang.

“Tadi itu truknya berjalan dari atas gigi porsnelengnya itu udah error, nggak bisa masuk,” ungkapnya.

Truk yang diketahui akan mengirim air bersih ke depo pengisian air minum di Gresik itu kemudian hilang kendali, oleng ke arah kiri, dan menabrak pembatas jalan sebelum terperosok ke jurang.

“Terus, akhirnya oleng dan masuk jurang kira-kira 5 meter dari jalan raya,” lanjut Paidi.

Ia menjelaskan bahwa area tersebut memang kerap menjadi lokasi kecelakaan karena karakteristik jalur yang menurun tajam.

“Kalau di sini memang rawan rem blong, kebanyakan motor karena jalan menurun,” ungkapnya.

Petugas kepolisian bersama relawan langsung melakukan proses evakuasi kendaraan dari dasar jurang serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat selama penanganan berlangsung.

Sementara itu, penyebab pasti kerusakan pada sistem persneling masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Pacet

Pacet adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Mojokerto yang terletak di sebelah selatan. Berada di lereng utara Gunung Welirang dan Anjasmoro Pacet, memiliki ketinggian rata-rata 205 hingga 900 meter di atas permukaan laut, dengan kontur perbukitan curam, tebing terjal, serta deretan jurang yang membentang di sepanjang kawasan wisata maupun permukiman.

Di antara kedua gunung tersebut terdapat jalur menuju wilayah Cangar di Kota Batu tepatnya di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Jalan menuju Kota Batu dikenal memiliki jalur tanjakan ekstrem yang memerlukan kehati-hatian lebih.

Secara geografis, Pacet terletak di koordinat sekitar 7,67° Lintang Selatan dan 112,54° Bujur Timur, tepat di zona transisi antara dataran Mojokerto dan pegunungan Arjuno–Welirang. Struktur alam inilah yang membentuk jaringan sub-DAS menuju Sungai Kromong, membuat aliran air dari hulu bergerak sangat cepat ketika hujan deras turun.

Kombinasi elevasi tinggi, kemiringan tajam, serta jenis tanah vulkanik muda menyebabkan banyak lereng di Pacet mudah jenuh air. Kondisi ini memperbesar potensi longsor, banjir bandang, hingga jalan ambles, terutama di kawasan yang berbatasan dengan jurang atau tebing. Sejumlah titik di jalur Pacet – Cangar, kawasan wisata, serta permukiman lereng pernah menjadi lokasi insiden akibat kontur tanah yang labil.

Dalam kurun hampir satu dekade, Pacet tercatat mengalami puluhan kejadian longsor dan banjir lokal. Beberapa di antaranya memutus akses warga, menutup jalur wisata, hingga merusak struktur jembatan desa. Intensitas hujan yang meningkat beberapa tahun terakhir membuat risiko ini semakin tinggi.

Di sisi lain, pembangunan pesat sektor wisata, mulai dari villa, glamping, hingga kafe yang berdiri di tepi jurang turut memperbesar eksposur bahaya. Pemotongan lereng tanpa perkuatan teknis memadai membuat beberapa titik menjadi semakin rentan saat curah hujan ekstrem terjadi.

Pakar kebencanaan menilai Pacet membutuhkan mitigasi berbasis sains: pemetaan zona merah, pembatasan pembangunan di sempadan jurang, penguatan struktur tebing, hingga edukasi kesiapsiagaan masyarakat dan pelaku wisata. Tanpa langkah tersebut, kombinasi topografi curam dan cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana berulang.

Pacet tetap menjadi salah satu destinasi unggulan Mojokerto. Namun pesona alamnya perlu dikelola dengan disiplin agar keindahan tebing dan jurang tidak berubah menjadi ancaman bagi warga maupun wisatawan.

Pacet memiliki berbagai tempat wisata seperti air terjun, wisata agro, wisata kuliner, waterpark dan kolam air panas, camping ground, wisata rafting, hingga pos pendakian gunung.

Responsive Images

You cannot copy content of this page