Tibet Diguncang Gempa Dahsyat 7,1 SR, Kerusakan Meluas di Dekat Gunung Everest

Avatar of Redaksi
SmartSelect 20250107 210238 Chrome
Potret evakuasi korban gempa bumi di Tibet (BBC)

Internasional, Kabarterdepan.com – Kabar mengejutkan datang dari negara Tibet. Gempa bumi berkekuatan 7,1 skala Richter mengguncang kota suci Shigatse, Tibet, Selasa (7/1/2025) pagi.

Dengan kedalaman 10 kilometer, gempa ini diikuti serangkaian gempa susulan, berdasarkan laporan Survei Geologi AS. Akibat bencana ini, setidaknya 95 orang tewas dan 130 lainnya terluka di wilayah pegunungan terpencil dekat Gunung Everest.

Getaran gempa terasa hingga Nepal dan beberapa wilayah di India yang berbatasan dengan Tibet. Meski gempa bumi sering terjadi di kawasan yang berada di garis patahan geologi utama ini, namun gempa kali ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di China.

Dari rekaman CCTV yang dirilis stasiun televisi pemerintah China, menunjukkan kehancuran besar seperti rumah-rumah roboh, bangunan runtuh, serta tim penyelamat yang berjuang mengevakuasi korban. Mereka membagikan selimut tebal kepada warga setempat, sementara korban luka mendapat perawatan medis.

Suhu di daerah Tingri, yang dekat dengan episentrum gempa, tercatat sekitar -8°C dan diperkirakan turun hingga -18°C pada malam hari, menurut Badan Meteorologi China. Selain itu, gempa menyebabkan putusnya pasokan listrik dan air di wilayah tersebut, sementara lebih dari 40 gempa susulan tercatat dalam beberapa jam pertama pasca-gempa.

Media pemerintah China melaporkan bahwa gempa berkekuatan 6,8 skala Richter merusak lebih dari 1.000 rumah, dengan getaran yang sangat terasa. Dilansir dari BBC, Jiang Haikun, peneliti dari Pusat Jaringan Gempa Bumi China, menyatakan bahwa gempa susulan berkekuatan sekitar 5 skala Richter masih mungkin terjadi, tetapi potensi gempa yang lebih besar relatif kecil.

Sementara, Presiden China, Xi Jinping, telah memerintahkan upaya penyelamatan besar-besaran untuk meminimalkan korban jiwa dan memindahkan penduduk yang terdampak. Angkatan udara China juga mengirimkan pesawat tak berawak untuk membantu operasi penyelamatan.

Tingri, yang menjadi lokasi populer bagi para pendaki Gunung Everest, turut terdampak. Tur wisata yang dijadwalkan pada Selasa pagi dibatalkan, dan area wisata di sekitar Gunung Everest ditutup sepenuhnya. Tiga pengunjung yang berada di area tersebut telah dievakuasi ke tempat aman.

Diketahui, Shigatse merupakan salah satu kota tersuci di Tibet yang berada di bawah kendali ketat China sejak aneksasi pada 1950-an, kini menghadapi tantangan besar dalam upaya pemulihan pasca-bencana. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page