
Malang, kabarterdepan.com-
300 atlet Bridge terbaik terdiri dari senior dan yunior dari berbagai provinsi mengikuti event yang cukup bergengsi, pada open kejuaraan BTC CUP 1 dan Piala Ketum GABSI Jatim. Event ini diselenggarakan di kota Malang selama 3 hari, 14 -16 februari 2025.
Pengcab Gabsi Jember mengirim 4 atlet senior dan 4 atlet yunior. Pada hari kedua ini meloloskan 2 tim tembus ke babak 16 besar untuk nomor yang cukup bergengsi di BTC CUP 1, berhadiah total Rp 80 juta.
Untuk diketahui kategori early bird BTC CUP 1 ini tersaji persaingan yang begitu sengit. Pasalnya sejumlah atlet peraih emas dari DKI Jakarta dan atlet PON asal Jawa Tengah juga berpartisipasi. Belum lagi sejumlah atlet Porprov proyeksi Porprov Jatim IX seperti dari Malang, Jember, Kota Blitar, Pasuruan, Bojonegoro, Sidoarjo serta sejumlah perguruan tinggi asal Jatim juga ikut berpartisipasi.
Sabtu (15/2/2025) untuk kategori Early Bird sudah memasuki babak 16 besar. Untuk menentukan tim yang lolos ke babak 8 besar yang akan berlanjut hingga babak final pada Sabtu malam nanti.
Sejumlah atlet nasional yang masih lolos 8 besar masih didominasi mantan atlet PON Sumut 2024, diantaranya Taufik G Asbi-Lusje Olha Bojoheraih, peraih medali emas mix team saat membela DKI Jakarta, kemudian Noldy George-Robert Tobing juga peraih medali perak beregu putra juga dari DKI Jakarta.
Ada pula pasangan peraih medali perak asal Jatim Ronny Eltanto dan Youberth Jefry Sumarauw. Beberapa pemain papan atas nasional juga akan memperkuat klub atau timnya masing-masing.
Di tempat yang sama di ruang hall BPSDM juga dilangsungkan babak penyisihan untuk kejuaraan ketua umum Gabsi Jatim berhadiah total Rp 60 juta. Untuk kategori ini banyak di dominasi atlet dari klub bridge dari berbagai daerah, termasuk Atlet Porprov dari Pebgcab Gabsi di Jawa Timur.
Pantauan media, sore ini untuk kategori umum atau early Bird sudah memulai babak 8 besar didominasi oleh Atlet senior dari PON seperti peraih medali emas
Kukuh Wibisono, Ketua harian Gabsi Jember menyampaikan untuk piala BTC dimana sejumlah pemain papan atas yang pernah tampil di PON Sumut. Kehadiran mereka bisa menjadi pembelajaran bagi atlet yunior.
“Dari Jember ada 4 atlet yang tembus ke babak 16 besar, kami berharap mereka bisa masuk 10 besar itu sudah bagus,” ujarnya.
Kemudian untuk Piala ketum Gabsi Jatim banyak diikuti atlet dari Pengcab maupun klub Bridge di Jawa Timur serta dari Perguruan Tinggi.
“Saya kira atlet Jember yang kita persiapkan untuk di Porprov Jatim edisi IX ini targetnya lolos 4 besar,” imbuhnya.
Pada kesempatan terpisah Suharto Ketua Bidang Perwasitan Pengprov Gabsi Jawa Timur mengatakan untuk kategoti Piala ketum Gabsi Jatim ini untuk nomor beregu. Dengan sistem swiss peserta akan bertanding 8 sesi dimana per sesi memainkan 8 papan.
“Sedangkan pada Piala BTC pertandingan dimulai dengan babak penyisihan sebanyak 8 sesi. Peringkat 1 sampai 7 babak penyisihan ditambah 1 regu tuan Rumah masuk play off. Empat regu pemenang play off akan bertanding pada kelompok A untuk menentukan juara 1 sampai 4. Sedangkan 4 regu yang kalah pada babak play off masuk kelompok B untuk menentukan peringkat juara 5 sampai 8,” ujar Suharto.
Suharto mengharapkan turnamen ini akan diikuti dengan turnamen-turnamen lain di Jawa Timur, baik level daerah mau pun nasional.
“Seperti tahun lalu, pada tahun ini akan digelar lagi Liga Bridge Jatim. Skalanya diperluas. Akan mengundang regu-regu dari provinsi lain. Selain itu pada bulan Februari ini ada Piala Semar Bridge Competition di Kota Malang. Bahkan pada bulan April 2025 akan diselenggarakan Ubaya Bridge Cup. Kemudian pada pertengahan 2025 ada Porprov Jatim IX. Sedangkan Cabor pada Porprov nanti ditempatkan di Kota Batu. (Lana)
