
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menyelenggarakan kegiatan Bhakti Sosial Penyehatan Holistik Meridian di Gedung R.P Soersono Dekopinda pada Sabtu, 22 Februari 2025. Sejak pukul 08.00, hampir seratus warga memperoleh pengobatan gratis berupa terapi holistik meridian yang mencakup penyembuhan untuk darah, saraf, organ tubuh, dan pusat saraf.
Drs. Mohammad Jamil, MM, Plt. Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Hal ini meliputi perpustakaan sebagai pusat belajar, pusat kegiatan masyarakat, wadah untuk menemukan solusi permasalahan hidup, serta tempat untuk mengembangkan potensi masyarakat. Ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat.
“Ini adalah strategi dalam upaya pengembangan pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang meliputi perancangan perpustakaan agar lebih berdaya guna bagi masyarakat, menjadi wadah untuk menemukan solusi dari permasalahan kehidupan masyarakat, serta memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Mohammad Jamil.

Selain manfaat kesehatan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan literasi berbasis inklusi, melanjutkan workshop literasi sebelumnya.
Mohammad Jamil menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari transformasi perpustakaan untuk lebih berdaya guna bagi masyarakat, serta memperkenalkan keterampilan baru yang dapat dijadikan peluang usaha. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah penerapan literasi tingkat tinggi, khususnya dalam terapi kesehatan holistik meridian.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental masyarakat dengan pendekatan holistik yang berfokus pada keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa.
Terapi berbasis meridian ini diharapkan menjadi solusi alternatif untuk melengkapi pengobatan konvensional. Para peserta tidak hanya menerima terapi, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. (Tantri*)
