Tekan Angka Stunting, Bupati Mojokerto Terus Edukasi Masyarakat lewat Program Sehati dan Sejoli

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 07 03 at 10.57.46 AM
Program Sehati dan Sejoli (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Demi menekan angka stunting, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberikan edukasi kepada ibu hamil, ibu balita, dan lansia melalui kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri).

Kali ini, pelaksanaan program Sehati dan Sejoli berlangsung di Pendopo Balai Desa Terusan, Dusun Kemantren, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Selasa (2/7/2024).

Dalam kesempatan itu, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan secara rinci alur stunting atau kondisi gagal tumbuh pada balita akibat gizi buruk.

Bupati Ikfina mengedukasi para orang tua khususnya para ibu hamil, agar lebih memperhatikan kesehatan janin dalam kandungannya. Indikator ibu hamil kekurangan gizi dapat dilihat dari lingkar lengan bawah yang kurang dari 23,5 cm.

Bupati mendorong agar ibu-ibu hamil dengan indikator seperti ini dapat meningkatkan jumlah asupan makanan sehat dan bergizi seimbang. Bupati juga menginstruksikan agar bayi yang baru lahir, diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.

Setelah itu, lanjut Ikfina, diberikan selingan MPASI secara bertahap, hingga makan menu yang sama dengan orang tua apabila sudah berusia satu tahun.

“Lingkar lengan ibu hamil jangan sampai kurang dari 23,5 cm. Karena ini menjadi salah satu indikasi kekurangan gizi. Padahal kandungan gizi janin sangat bergantung pada ibu. Kalau ibunya saja kurang gizi, bisa dapat gizi dari mana anaknya. Ibu boleh makan makanan tambahan satu kali dari biasanya cuma tiga kali. Ditambah terus nutrisinya. Bisa makan es krim atau coklat. Saya juga mohon agar bayi yang baru lahir nanti, diberi ASI eksklusif selama 6 bulan. ASI ini dapat meningkatkan ikatan atau bonding antara bayi dengan ibunya. Setelah itu dapat ditambahkan MPASI, lalu menu yang sama dengan orang tuanya jika sudah satu tahun. Makanannya wajib ada zat pembangun seperti telur, ayam, daging, ikan dan susu,” ungkap Bupati Ikfina.

Sementara itu, Ikfina juga mengajak para lansia di Kabupaten Mojokerto untuk terus menjaga kesehatannya agar bisa terus hidup mandiri. Menurutnya, kesehatan fisik yang menurun memang wajar dialami seseorang di usia lanjut. Namun seorang lansia, harus tetap menjaga kesehatannya dengan hidup sehat, dan rajin memeriksa kesehatan.

“Orang tua yang sudah lanjut usia, tolong jaga kesehatannya. Maka, menjaga kesehatan ini memang harus diikhtiarkan sebagai bagian dari ibadah. Memang wajar dan kita maklum kalau lansia ada saatnya sakit. Kalau memang harus minum obat, tidak apa-apa. Sekali lagi, yang tua itu sakit, tapi tidak apa-apa. penting harus diingat. Bagaimana kalau? Agar senantiasa sehat dan hidup mandiri. Kita berdoa semoga senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan,” tandas orang nomor satu di lingkungan Pemkab Mojokerto itu. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page