
Sleman, kabarterdepan.com – Tebing breksi menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam setiap hari, terdapat kunjungan kisaran seribu hingga dua ribuan wisatawan sejak dimulainya libur Nataru pada tanggal 22 Desember 2025.
Per tanggal 22 hingga 28 Desember 2025 total terdapat 10,6 ribu kunjungan wisatawan nusantara. Sementara untuk mancanegara terdapat 24 orang wisatawan.
Pengelola Tebing Breksi, Kholik Widayanto menyampaikan terdapat peningkatan kunjungan menjelang pergantian tahun 2026 hingga sepekan setelahnya.
“Ya tahun baru itu prediksi saya paling tinggi, jadi nanti tahun baru kan kami puncaknya kami malah Jumat, Sabtu, dan Minggu,” katanya saat dihubungi, Senin (29/12/2025).
“Yang jelas penuh terus. Kalau kunjungan bukan hanya pas liburan ya, tapi sejak minggu terakhir bulan November sudah meningkat,” imbuhnya.
Selain itu momen kunjungan naik secara signifikan juga terasa sejak tanggal 17 Desember yang didominasi wisatawan keluarga.
Pihaknya menggelar berbagai pertunjukkan untuk menghibur wisatawan. Seperti tari-tarian dan live musik dari musisi lokal.
Pada pergantian tahun, pihak juga tidak akan menggelar pesta kembang api.
“Kami tidak menggelar pesta kembang api, dari Pemerintah ada imbauan untuk empati kepada korban bencana Sumatera,” katanya.
Kholik menyampaikan sejumlah pihak telah melakukan pemantauan di Tebing Breksi selama libur Nataru, baik dari Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman maupun Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman.
Pengunjung Takjub dengan Keindahan Tebing Breksi

Anton, salah satu pengunjung asal Semarang, Jawa Tengah menyampaikan dirinya datang bersama dengan keluarga. Ia merasa pemasaran dengan wisata yang ditawarkan.
“Saya pertama kali ke Breksi. Sudah sering lihat info. Ini juga mengobati rasa penasaran aja buatan alam,” katanya.
Ia mengaku takjub dengan ukiran batu yang menghiasi tebing-tebing di sekitar lokasi.
“Saya penasaran, ini asli apa buatan, kalah di Amerika kan ada patung mantan presiden, kalau di sini (Tebing Breksi) ada ukirannya bagus juga,” katanya.
Sementara itu, wisatawan lainya, Modesta menyampaikan sudah berkali kali berwisata di lokasi wilayah Sleman timur tersebut.
Wanita asli Gejayan Yogyakarta yang kini hidup di Kalimantan Barat ini menyebut jika wisata Breksi dipilih untuk berlibur karena faktor keamanan dibandingkan wisata alam lainya.
“Kan sekarang lagi banyak gempa, kalau kita berada di sekitar batuan ini selain dibuat indah, juga bisa memberikan rasa aman dan nyaman,” katanya. (Hadid Husaini)
