Menghadapi Tantangan Ekstrem Ikut Trail Run Rinjani 100: Kisah Inspiratif Trisno di Kategori 36K

Avatar of Jurnalis: Cak Rawi
trail run Rinjani 100
Jalur menuju puncak Rinjani (Trisno)

Perjalanan Trisno di Rinjani 100

Persiapan dan Keberanian

Lombok, Bericuan.id – Lomba Trail Run Rinjani 100 adalah salah satu ajang paling menantang bagi para pecinta olahraga ekstrem. Event ini menawarkan beberapa kategori, mulai dari 27 km hingga 162 km, dan Trisno, seorang pebisnis dengan hobi olahraga ekstrem, memutuskan untuk ikut dalam kategori 36K. Dengan persiapan yang minim dan pengalaman naik gunung yang masih terbatas, Trisno tahu bahwa ini adalah langkah yang penuh risiko. Namun, tekadnya sudah bulat untuk menghadapinya.

“Alhamdulillah, diberi kesempatan menghirup udara segar dan melihat keindahan Segara Anak dari ketinggian 3726 mdpl1https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Rinjani,” kata Trisno, menceritakan awal mula perjalanan yang penuh tantangan ini.

Menghadapi Medan Ekstrem Trail Run Rinjani 100

Kategori 36K ini memang tidak bisa dianggap enteng. Medan yang harus dilalui sangat bervariasi, mulai dari hutan lebat, lereng curam, hingga jalur berbatu di ketinggian. Trisno mengakui bahwa tenaga dan strategi yang dia siapkan belum cukup. “Tenaga sudah lowbat, yang besar hanya semangat menuju summit Rinjani,” kenangnya sambil tertawa.

Selama perjalanan, Trisno juga mengalami kram yang cukup parah sebelum mencapai WS 2 di Pelawangan. “Motivasi datang dari melihat peserta lain, terutama pasangan suami istri yang usianya mungkin sudah 55 tahun ke atas. Mereka memberikan inspirasi untuk terus maju,” ujar Trisno.

Kegagalan yang Menginspirasi

Meskipun akhirnya Trisno tidak berhasil mencapai garis finis dan mendapatkan medali, dia tetap merasa bersyukur. Medan yang sangat berat dengan tanjakan tajam, debu, batu-batu, dan pasir yang licin membuatnya sulit untuk mencapai target. “Cuaca ekstrem dan angin kencang di malam hari juga menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.

Trisno tidak menyesali kegagalannya. “Alasan utama saya gagal adalah kurangnya latihan dan persiapan, kurangnya keberanian menghadapi medan, serta semangat yang belum cukup kuat,” akunya dengan jujur. Namun, dia menolak untuk menyerah. “Kapok? Tentu saja tidak. Karena kalau kapok, saya membatasi potensi diri saya sendiri,” tambahnya.

Pesona dan Tantangan Gunung Rinjani

Gunung Rinjani dengan segala pesona dan tantangannya memang menjadi magnet bagi para pelari. Keindahan alamnya yang luar biasa, seperti pemandangan Segara Anak dan puncak Rinjani, menjadi salah satu motivasi terbesar bagi para peserta. Perubahan cuaca yang drastis dan medan yang ekstrem membuat lomba ini semakin menantang dan menarik.

Dari perjalanan ini, Trisno belajar bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. “Pilihan selalu ada di tangan kita,” kata Trisno. Lomba lari Trail Run Rinjani 100 bukan hanya tentang memenangkan medali, tetapi juga tentang menemukan kekuatan dan motivasi dalam diri. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga tentang ketahanan fisik dan mental.

Dengan persiapan yang lebih baik dan semangat yang tidak pernah padam, Trisno yakin bahwa dia akan kembali ke Rinjani 100 di masa depan. Kisahnya ikut Trail Run Rinjani 100 ini diharapkan dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak takut mencoba hal baru dan menghadapi tantangan besar. Gunung Rinjani, dengan segala pesona dan tantangannya, menawarkan pengalaman yang luar biasa bagi siapa saja yang berani mengambil langkah pertama.

Menghadapi tantangan Trail Run Rinjani 100, kita belajar bahwa setiap rintangan bisa diatasi dengan persiapan yang matang dan semangat yang kuat. Keindahan dan tantangan Gunung Rinjani menunggu untuk dijelajahi, memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pelari. Bagi para pecinta olahraga ekstrem, event Trail Run Rinjani 100 ini adalah kesempatan emas untuk menguji batas kemampuan dan menemukan keindahan alam yang memukau.(*)

Sumber Berita :

  • 1
    https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Rinjani

Responsive Images

You cannot copy content of this page