Tangani Stunting, Bupati Mojokerto Gencar Kampanyekan Jumat Ceria

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 07 26 at 9.16.49 PM
Program Jumat CERIA untuk mengatasi stunting (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto gencar mengampanyekan program Jumat CERIA untuk mengatasi stunting di Bumi Majapahit.

Program Jumat CERIA yang merupakan salah satu akronim, yakni Cantik, Energik, Rajin, Inovatif, Aktif ini adalah salah satu langkah percepatan penanganan stunting dengan menyasar perempuan remaja atau remaja putri (rematri) yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Akhir (SMA) sederajat.

Dalam program ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengajak seluruh remaja putri SMA Negeri 1 Kutorejo yang merupakan calon ibu untuk bersama-sama membiasakan minum tablet tambah darah (TTD).

“Kenapa Jumat CERIA? Kita ambil hari Jumat untuk memudahkan kita mengingat, hari apa kita harus meminum tablet tambah darah. Pada dasarnya, manusia itu selama tiga bulan sekali, secara otomatis sel darah merahnya akan berganti yang baru,” ungkap Ikfina, Jumat (26/7) pagi.

Jauh berbeda dengan apa yang disampaikan orang nomor satu di cakupan Pemkab Mojokerto saat sosialisasi terkait stunting seperti biasanya. Bupati menjelaskan, betapa pentingnya seorang perempuan di usia produktif harus rajin mengonsumsi tablet tambah darah.

“Terlebih perempuan, selain sistem tubuh itu, perempuan setiap bulannya juga menstruasi, sehingga darah yang dikeluarkan cukup banyak. Untuk mencegah stunting, seorang perempuan tidak boleh sampai anemia atau kekurangan darah,” katanya.

Hal ini mengingat sel darah merah merupakan salah satu alat transportasi dalam tubuh yang berfungsi untuk mendistribusikan sari makanan, oksigen dan lain sebagainya secara merata dalam tubuh. Bupati berharap, para siswa sebagai calon ibu tidak boleh mengalami anemia.

“Karena nanti ketika menjadi ibu, kalau sedang hamil, itu tidak boleh sampai kekurangan darah. Itulah yang menyebabkan sari makanan, gizi dan kebutuhan janin lainnya tidak bisa sampai dengan maksimal ke janin,” terangnya.

Tak hanya untuk mengantisipasi stunting sejak dini, Bupati yang memiliki latar belakang dokter ini pun menyampaikan, pentingnya tidak mengidap anemia selain untuk mengatasi stunting, juga berpengaruh terhadap kegiatan sehari-hari. Terlebih lagi, para pelajar yang saat ini tengah fokus menimba ilmu.

“Kalau orang anemia itu, konsentrasinya mudah turun. Karena oksigen yang ada di dalam tubuh tidak terkirim maksimal ke otak, karena anemia tadi. Jadi jangan sampai anemia, sehingga kalian saat belajar di kelas bisa konsentrasi penuh,” imbuhnya.

Untuk diketahui, stunting merupakan salah satu kasus yang menjadi konsentrasi nasional. Pemerintah pusat telah menjanjikan percepatan penurunan stunting didukung seluruh pemerintah skala daerah. Hal ini tentunya bertujuan untuk menyiapkan generasi emas untuk Bangsa Indonesia lebih baik di kemudian hari. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page