Sulitnya Lowongan Kerja di Cianjur, Angka Pengangguran Terus Meningkat

Avatar of Redaksi
lowongan
Potret pelamar kerja Kabupaten Cianjur di kantor pos. (Hasan C/Kabarterdepan.com)

Cianjur, Kabarterdepan.com – Minimnya lowongan pekerjaan di Kabupaten Cianjur berdampak pada meningkatnya angka pengangguran, terutama setelah gelombang kelulusan baru.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh para pencari kerja yang kesulitan memperoleh pekerjaan meski telah melamar ke berbagai perusahaan.

Salah satunya dialami Farhan (22), warga Kabupaten Cianjur lulusan tahun 2022. Ia mengaku telah melamar pekerjaan ke sejumlah pabrik dan industri di wilayah Cianjur, namun hingga kini belum mendapatkan panggilan kerja.

“Sudah melamar ke hampir semua pabrik dan industri di Cianjur, tapi sampai sekarang belum ada satu pun panggilan dari perusahaan yang saya lamar,” ujar Farhan, Jumat (16/1/2026).

Menurut Farhan, sulitnya mendapatkan pekerjaan juga diperparah dengan maraknya praktik calo tenaga kerja, khususnya di sektor industri manufaktur seperti pabrik sepatu.

“Banyak calo. Contohnya di pabrik-pabrik sepatu di Kabupaten Cianjur atau wilayah perbatasan Sukabumi. Untuk laki-laki harus bayar sampai Rp15 juta, perempuan sekitar Rp10 juta. Ini sangat memberatkan dan menyulitkan kami para pencari kerja,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tingginya jumlah pelamar juga membuat peluang diterima kerja semakin kecil. Dalam satu pembukaan lowongan, jumlah pelamar bisa membludak jauh melebihi kebutuhan perusahaan.

“Kalau ada satu perusahaan buka lowongan seribu orang, yang melamar bisa sampai sepuluh ribu orang. Ibarat mencari jarum di tumpukan jerami, satu banding sepuluh,” jelasnya.

Mulai Pertimbangkan Lowongan Kerja Luar Negeri

Kondisi tersebut membuat Farhan mengaku mulai kehilangan harapan untuk mendapatkan pekerjaan di dalam negeri. Ia bahkan mulai mempertimbangkan untuk bekerja ke luar negeri.

“Apa yang dijanjikan para pemimpin saat kampanye soal lapangan kerja tidak pernah terwujud. Sekarang saya berpikir untuk bekerja ke luar negeri, seperti Jepang atau negara Asia Timur lainnya,” katanya.

Farhan menilai, dari tahun ke tahun angka pengangguran di Indonesia, termasuk di Cianjur, terus meningkat sehingga masyarakat harus mencari cara sendiri untuk bertahan hidup.

“Saya tidak terlalu berharap di Indonesia. Kita harus mencari cara untuk survive,” pungkasnya.

Tingkat Pengangguran Cianjur Tembus 6 Persen

Sementara itu, angka pengangguran di Kabupaten Cianjur pada tahun 2025 diperkirakan berada di atas 6 persen. Berdasarkan data tahun 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Cianjur tercatat sebesar 5,99 persen.

Namun, menurut prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur, angka tersebut berpotensi meningkat akibat tekanan ekonomi global.

Data terbaru menunjukkan TPT Kabupaten Cianjur mencapai 6,17 persen per November 2025, dengan jumlah penduduk sekitar 2.610.316 jiwa, berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur. (Hasan C)

Responsive Images

You cannot copy content of this page