Sosok Setia Budi Tarigan, Petinggi FIFGroup yang Anaknya Tabrak Mahasiswa FH UGM

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 06 02 at 10.03.17 717cbd29
Potret Setia Budi Tarigan.

Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Nama Christiano Tarigan mendadak menjadi perbincangan hangat publik usai terlibat dalam kecelakaan maut yang menewaskan Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (24/5/2025) lalu di wilayah Sleman, Yogyakarta.

Insiden tragis itu tak hanya menyeret nama Christiano, tetapi juga menyorot sosok ayahnya, Setia Budi Tarigan, yang dikenal sebagai salah satu petinggi di industri pembiayaan nasional.

Petinggi FIFGroup

Setia Budi Tarigan merupakan lulusan Akuntansi Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 1996. Saat ini ia menjabat sebagai Operational Director di FIFGroup, sebuah perusahaan pembiayaan besar di bawah naungan Astra. Ia telah menempati posisi tersebut sejak tahun 2019. Dengan lebih dari dua dekade pengalaman, Setia Budi dikenal luas di kalangan profesional industri keuangan.

Dilansir dari LinkedIn miliknya, karier Ayah Christiano dimulai sejak tahun 1997 ketika ia bergabung dengan FIFGroup. Ia pernah menjabat berbagai posisi strategis, antara lain sebagai Internal Auditor, Branch Manager (2000), Human Resources Manager (2006), Head of Human Capital & General Services (2009), Chief of Human Capital (2012), dan Chief of Operations (2016).

Anak Terlibat Kecelakaan, Namanya Disorot Publik

Meski tidak terkait langsung dengan insiden kecelakaan, perhatian publik turut tertuju pada Setia Budi Tarigan karena statusnya sebagai ayah dari tersangka.

Christiano Tarigan, yang kini ditetapkan sebagai tersangka, adalah mahasiswa International Undergraduate Program di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM angkatan 2022.

Kecelakaan itu terjadi saat Argo hendak melakukan putar balik. Mobil BMW yang dikendarai oleh Christiano melaju dari arah belakang dan menabrak korban hingga terpental. Argo mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh, dan dinyatakan meninggal di tempat.

Lebih lanjut, rekaman CCTV menunjukkan adanya dugaan upaya penghilangan jejak oleh Christiano dengan mengganti pelat nomor kendaraan dari F 1206 saat kejadian menjadi B 1442 NAC ketika mobil diamankan di Polsek Ngaglik. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page