Songsong Indonesia Emas 2045, Wakil Bupati Mojokerto Giatkan Gema Pitu

Avatar of Lintang
IMG 20250520 WA0053
Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Octavian bersama sang istri dalam pelaksanaan program Gema Pitu (Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu). (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Demi menyongsong target Indonesia Emas 2045, Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Octavian merealisasikan komitmennya terhadap pelayanan terhadap kesehatan masyarakat melalui program Gema Pitu (Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu).

Melalui giat yang digelar di Pendopo Balai Desa Blimbingsari Sooko itu, Mas Wabup, sapaan akrab M. Rizal Octavian, membeberkan bahwa untuk mencapai Indonesia Emas 2045 maka SDM yang berkualitas tinggi dan mumpuni sangat diperlukan.

Oleh karena itu, Mas Wabup memberikan perhatian khusus terkait dengan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak pada usia dini. Hal ini tentu tidak bisa dipungkiri, mengingat adanya stunting yang masih menjadi momok bagi masyarakat luas.

“Stunting bisa mengganggu kecerdasan anak-anak kita di masa depan, oleh karena itu apabila stunting ini bisa diatasi, maka target Indonesia Emas 2045 bisa kita capai bersama,” terang Mas Wabup, Selasa (20/5/2025).

Giat Gema Pitu sendiri merupakan program yang salah satu tujuannya adalah untuk percepatan penurunan stunting, yang juga termasuk dalam visi-misi bupati dan wakil bupati Mojokerto, Catur Abhipraya Mubarok.

Selain percepatan penurunan stunting, Gema Pitu juga fokus pada pelayanan kesehatan segala siklus pada kehidupan manusia, baik itu remaja, ibu hamil, hingga lansia, sesuai dengan tugas pokok dari program Integritas Layanan Pokok (ILP) Posyandu.

Mengingat fungsi ILP Posyandu yang mendasar tersebut, Mas Wabup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut membantu dan berkolaborasi demi pelayanan kesehatan yang optimal dan merata.

“Posyandu bukan sekadar tempat menimbang bayi saja, tetapi menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang berbasis keluarga dan siklus hidup manusia. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, swasta, akademisi, pengusaha, maupun para organisasi masyarakat, untuk bergandengan tangan menguatkan kolaborasi dan kaderisasi posyandu juga memperluas cakupan kesehatan dasar,” ajaknya.

Di akhir arahannya, Mas Wabup juga mengutarakan cita-cita dan harapannya yang terkait dengan program dan usaha-usaha Pemerintah Kabupaten Mojokerto khususnya pada bidang pelayanan kesehatan masyarakat.

“Mari kita pastikan agar tidak ada lagi anak-anak kita yang kekurangan gizi, tidak ada lagi ibu yang kehilangan nyawanya saat melahirkan karena keterlambatan penanganan, Saya percaya dengan kerja keras, kolaborasi, dan semangat, kita bisa mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang sehat, kuat, dan berkualitas,” pungkas Mas Wabup. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page